Dihina Usai Debat dengan Dosen UI, Begini Tanggapan Rocky Gerung


Rocky Gerung menjawab cibiran netizen usai dirinya terlibat perdebatan dengan guru besar UI, Tamrin Tomagola.

Dilansir TribunWow.com, melalui akun Twitter pribadinya @rockygerung, yang ia tuliskan pada Jumat (20/4/2018).

Mulanya, Rocky Gerung  mengatakan dirinya tak lagi mengajar di mata kuliah filsafat di Universitas Indonesia.


Tak hanya itu, ia juga membeberkan jika Filsafat UI dipimpin oleh profesor yang tak paham secuilpun filsafat.

"1. Saya tak melamar. Justru UI yg minta saya ngajar.

2. Tak pernah UI beri surat berhenti. Saya yg nolak ngajar. Mengapa?

3. Karena Filsafat UI dipimpin prof yg tak paham secuil pun filsafat. Ajaib? Silakan cek. Dungu juga UI," tulisnya.

Setelah itu, Guru Besar sekaligus Sosilog UI Tamrin Tomagola pun meminta Rocky Gerung untuk memberikan klarifikasi atas omongannya.

Hal itu Tamrin Tomagola sampaikan melalui akun Twitternya yang diunggah pada Jumat (20/4/2018).

Tamrin Tomagola kemudian meminta Rocky Gerung untuk menunjuk siapa yang ia maksud.

Menurut Tamrin Tomagola, dua profesor Filsafat UI sangat mumpuni.

"Bung @rockygerung, Prof Filsafat mana yg Bung maksud, setahu sy baik Prof Tutie Rooseno maupun Prof Soeryanto adlh skolar2 Filsafat UI yg sangat mumpuni. Harap klarifikasi,"tulis akun @tamrintomagola:


Menanggapi hal tersebut, Rocky Gerung kemudian memberikan klarifikasinya dengan menyebut dua nama yang dimaksud oleh Tamrin.

Dengan mengatakan jika Prof Tutie Rooseno orang yang pintar, namun Prof Soeryanto biasa saja.

Rocky Gerung pun menawarkan untuk memberitahukan yang ia maksud melalui pesan privat (dirrect message Twitter) kepada Tamrin Tomagola.

"Tutie pinter. Soeryanto biasa saja.Jadi siapa yg saya maksud? Pak Tamrin mau saya DM?" tulis @rockygerung:


Tamrin Tomagola pun mengatakan jika dirinya mau mendengar jawaban dari Rocky Gerung.

Menurut Rocky Gerung, seorang akademisi itu merdeka.

Akan tetapi ia menjadi budak oportunisme.

"Akademisi itu merdeka. Oportunisme membuatnya jadi budak," tulis Rocky Gerung


Usai perdebatan itu, seorang netizen menghina Rocky Gerung.

"Cuma ngonor doang di UI lo bertingkah..ngelawan Profesor Beneran.
Lo tau kagak status ngonor, umur lo cuma diitung persemester. kagak butuh surat pemberhentian, lo cuma perlu liat jadwal semester berikutnya ade kagak jatah lo ngajar... wkwkwk
PROFESOR KELEDAI...!!!," tulis akun @MISAKUBA55pk


Lalu, cuitan tersebut diadukan oleh akun @SehinggaRudi yang meminta agar netizen yang menghina Rocky Gerung diperkarakan.

"Pak @rockygerung , apakah anak ini perlu saya perkarakan? Bahasanya sangat tidak etis & mencerminkan uneducated people," tulis akun @SehinggaRudi


Mendapatkan cuitan tersebut, Rocky Gerung menjawab bahwa hal itu tidak mungkin diperkarakan.

Menurut Rocky Gerung, subyek hukum itu harus orang dan punya otak.

"Benda semacam itu tak mungkin diperkarakan. Karena subyek hukum itu harus orang, dan punya otak," tulis Rocky Gerung. (TribunWow.com/Woro seto)