Alasan Forum Umat Islam Batal Laporkan Ganjar Soal Puisi


Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) hari ini rencananya akan melaporkan Ganjar Pranowo ke Bareskrim Polri atas tuduhan penistaan agama atas puisi yang ia bawakan dalam sebuah acara televisi swasta beberapa waktu yang lalu. Lewat pesan WhatsApp, undangan pelaporan sudah disebar.

Namun secara bersamaan FUIB ternyata membatalkan laporan tersebut dan memilih melakukan konferensi pers di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat. Melalui Ketua Umumnya Rahman Himran, dalam konferensi pers ini, Selasa (10/4), disampaikan permohonan maaf atas kekeliruan menafsirkan saah satu bait yang ada dalam puisi tersebut.
"Kita sudah komunikasi dengan kuasa hukum kita untuk sampai saat ini kuasa hukum kami menyatakan bahwa hari ini  kita harus konpers mintaa maaf kepada KH Gus Mus terkait persoalan ini karena belakangan kita tahu ini puisi Gus Mus dan kami keliru menyampaikan persoalan ini," ujar Rahmat.

Selain itu Rahmat juga menegaskan bahwa dalam permasalahan ini ia tidak ingin FUIB ditunggangi oleh kelompok-kelompok politik tertentu menyoal soal posisi Ganjar sebagai calon gubernur Jawa Tengah. Sehingga pihaknya mengambil sikap membatalkan laporan Ganjar ke Bareskrim.

"Kita juga menilai bahwa kasus yang akan kita laporkan itu setelah kita evaluasi ternyata muatan politisnya sangat tinggi karena Pak Ganjar masih cagub Jateng sehingga kami menilai bahwa hal ini, kami enggak mau ini ditunggangi oleh lawan-lawan politiknya Pak Ganjar," terang Rahmat.

Saat disinggung terkait laporan yang dilakukan Ganjar ke Polda Jateng, Rahmat menjawab diplomatis. Rahmat dilaporkan Tim Ganjar terkait UU ITE karena menyebarkan undangan via whatsapp terkait puisi.

"Ya kita nanti kita akan lakukan Konpers kalau tim kuasa hukum kita sudah ada hasil. Saya enggak berani spekulasi hari ini karena di Jateng itu nuansa poltiiknya sangat tinggi takutnya isu ini dimanfaatkan oleh lawan politik Ganjar kita tak mau menyentuh itu," ujarnya.

"Kita tidak mau ditunggangi dan menunggangi karena itu kami mengevaluasi laporan kita hari ini," tutup Rahman.

kumparan