20 March 2018

VIRAL Video Jokowi DIPERMALUKAN di Selandia Baru. Intelijen Kecolongan?


Aksi beberapa pemuda berkulit putih membentangkan bendera Papua Merdeka dan bendera Papua Nugini serta spanduk bertuliskan Free West Papua di dekat kelompok WNI yang sedang menyanyikan lagu Halo-halo Bandung saat menantikan kedatangan Jokowi di Selandia Baru telah menampar telak wajah pemerintah RI.

Kedatangan Jokowi ke Selandia Baru disebut Natalius Pigai, mantan komisioner Komnas HAM, sebagai upaya mengeliminasi gerakan Papua Merdeka yang cukup kencang bergema di kawasan Pasifik dan Selandia Baru.

"Presiden Jokowi ke Selandia Baru untuk mengeliminir gerakan kemerdekaan yang begitu kencang di Pasifik dan Selandia Baru. Namun justru disana, di depan Presiden RI, rakyat Selandia Baru menunjukkan simpati atas nama kemanusiaan," ujar Pigai sembari membagikan cuplikan video aksi demo tersebut.

Cuplikan video yang beredar luas di media sosial segera mendapat respon luas warganet.

Salah satu yang mencolok adalah demo tersebut tidak melibatkan warga asli Papua.

















    Iy sipit lagi.. Papua mana yah yg sipit.. 😀😀😀
    — TIGABINTANG (@edwinwarawiris) March 19, 2018


    Anehhh teriak papua merdeka..tp mereka smua bukan warga pribumi papua..... Ketahuan lah busuknya parasit parasit ini
    — dwiee (@DwiNofianti6) March 19, 2018


    Berani amat bilang papua merdeka

    smbarangan tuh org!!

    emangnya ngebebasin papua gk pake nyawa TNI

    Mana yg minta papua merdeka

    kulitnya nggk hitam

    rambutnya gk ada yg keriting

    pd lurus semua

    siape tuh??

    Kalo deket gue, ngomong gitu

    gue sambit pake bangku,

    gue bubarin tuh yg demo
    — ANAK BANGSA N.K.R.I (@bowa_sarnawi) March 19, 2018

Sementara warganet lain mempertanyakan kinerja intelijen yang dianggapnya "kecolongan".

    — ㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤ (@RajaPurwa) March 19, 2018

Berbeda dengan warganet, Natalius Pigai menilai aksi ini sebagai bentuk ketidakpercayaan publik Internasional pada Jokowi.

"Sebagai kepala negara seharusnya malu dan minta maaf kepada rakyat Indonesia karena beliau adalah simbol negara yang tidak bisa menjaga harga diri dan martabat," tutur Pigai.

Menurut Pigai, apapun alasannya, Presiden Jokowi sudah tidak bisa dipercaya oleh Pemerintah dan Parlemen Selandia Baru.

Berikut cuplikan video demo kepada Jokowi di Selandia Baru.

    — ㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤ (@RajaPurwa) March 19, 2018

Heboh Salam Dua Jari Aa Gym Ternyata Hablu Minallah dan Hablu Minannas