Viral’, UGM Terbitkan Etika Menghubungi Dosen Via Medos dan SMS


Sebagai bangsa yang menjunjung tinggi adat dan sopan santun, warga Indonesia wajib memperhatikan sejumlah hal ketika akan bertemu seseorang. Dimulai dari memperhatikan waktu yang tepat, hingga penggunaan pakaian serta tutur kata.

Termasuk dalam hubungan antara dosen dan mahasiswa. Dimana sang murid akan banyak menghubungi guru terkait tugas-tugas tertentu dan tugas akhir skripsi, tesis, ataupun desertasi S3.

Di Indonesia, etika mahasiswa dalam menghubungi dosen diatur sedemikian rupa oleh kampus-kampus. Salah satunya di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, yang dipampang besar-besar dalam bentuk banner.

Foto banner berisi etika mahasiswa menghubungi dosen di UGM ramai beredar di media sosial. Etika itu ditulis secara terperinci hingga contoh-contohnya.





ETIKA MAHASISWA MENGHUBUNGI DOSEN VIA SMS/WA

PERHATIKAN WAKTU

Perhatikan kapan Anda mengirim SMS/WA, tidak pada waktu istirahat atau waktu beribadah

PENGGUNAAN BAHASA

Gunakan bahasa yang sopan, tidak disingkat, misal: sy, jg, kpn, otw, ok, dll

PERKENALKAN DIRI

Contoh: Pak/Bu, nama saya Dewi mahasiswi S1 Teknologi Informasi angkatan 2016

SALAM

Selamat pagi, selamat siang, Assalamu’alaikum wr wb (bukan ass)

PAKAI KATA PERMOHONAN

Gunakan kata: Mohon maaf, jika berkenan. Mohon bantuan (apabila memerlukan bantuan)

TO THE POINT

Tuliskan keperluan Anda dengan singkat, padat, dan jelas (langsung ke inti masalah)

TIDAK MEMAKAI KATA GANTI

Tidak menggunakan kata ganti seperti ‘Kamu atau Anda’

BERPERILAKU BAIK

Tidak memaksa, tidak terburu-buru dan tidak menggurui


TERIMA KASIH

Akhiri dengan ucapan “Terima Kasih” setelah selesai pembicaraan

Di banner tersebut tertulis Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Kepala Bidang Humas dan Protokol UGM Iva Ariani membenarkan banner tersebut dipasang di Fakultas Teknik.

Iva mengatakan banner itu dipasang bukan karena ada masalah dengan sopan santun mahasiswa. Banner itu hanya untuk mengingatkan kembali.

“Ini hal yang wajar dan normal untuk mengingatkan kembali agar etiket berkomunikasi selalu terjaga,” kata Iva saat dimintai konfirmasi, Senin (12/3). (dtk/Ram)