Semakin Panas.. Disebut Serang Seluruh Kader PKS oleh Tifatul Sembiring, Fahri Hamzah: Sikap Pimpinan Semakin Vulgar


Perdebatan anggota DPR RI sekaligus Anggota Majelis Syuro PKS Tifatul Sembiring dengan Fahri Hamzah berlanjut.

Pantauan TribunWow.com, Tifatul Sembiring melalui akun Twitternya menyebut jika Fahri Hamzah menyerang struktur dan seluruh kader PKS, lantaran melaporkan dan menyerang Sohibul Iman.

Tak terima, Fahri Hamzah kemudian mengatakan jika yang ia lawan bukan manusia, melainkan kejahatan dan kezaliman.


Melalui akun Twitter yang diunggah Fahri Hamzah pada Sabtu (10/3/2018), Fahri bahkan memberikan perbandingan Israel dan Palestina.

Perdebatan keduanya bermula ketika Fahri Hamzah membela mantam kader PKS @maspiyu, yang disebut adu domba oleh Tifatul Sembiring dan diblock.

Mas Piyu kemudian dibela oleh Fahri Hamzah, yang berujung adu argumen dengan Tifatul Sembiring.

@tifsembiring: Antum juga Ri, dengan menyerang Presiden PKS yang terpilih secara SAH, ini dapat diartikan antum nyerang struktur dan seluruh kader PKS.
Sekarang saya tanya, “Antum ini mau memperkuat PKS atau menghancurkan sih?”


@Fahrihamzah: Kata Israel:
“Habis Palestina melancarkan perlawanan; intifadah dan serangan roket ke Israel. Karena itu Israel harus membela negaranya.”

(Yg mau ditutup adalah bahwa Israel itu penjajah). Israel itu kepepet karena kesalahannya takkan bisa dihapus sbg penjajah.


Fahri Hamzah kemudian mencuitkan beberapa unggahan yang berisi penjelasan pemecatannya dan perlawanannya.

Ia menyebut jika pelaporannya itu karena pernyataan dan sikap pimpinan yang semakin vulgar dan menyerang pribadi dan kehormatannya.

@Fahrihamzah: Kezaliman, dilakukan oleh siapapun adalah musuh Tuhan.
Maka siapapun yang melakukannya juga adalah musuh saya.

Sy tidak memusuhi manusia tapi kezaliman yang ada dalam dirinya.

Saya tidak memusuhi partai tapi pemimpin zalim yg ada di dalamnya...#Ewako !!

@Fahrihamzah: Kalau ada orang zalim lalu mempersoalkan terus menerus pembelaan diri yang dilakukan oleh yang dizalimi maka kezalimannya dobel, dosanya dobel.


Maka ikhtiar kita untuk melawannya juga dobel. Wasiat nabi SAW adalah “unshur akhoka dzoliman AU madzluman”.

@Fahrihamzah: “Tolonglah saudaramu yang berbuat zalim atau yang dizalimi”, sabda Nabi SAW.

Menolong orang dizalimi kita biasa lakukan.

Tapi menolong orang yang berbuat zalim bagaimana?

Caranya adalah diingatkan dan kalau tidak mau ya kita kawan.

Saya sedang melawan. Bismillah!

@Fahrihamzah: Saya memulai “teguran” saya dengan melakukan gugatan perdata (gugatan perbuatan melawan hukum).
Hukum perdata adalah medium sengketa private antara warga negara.

Ia diawali dengan mediasi tapi gagal karena para tergugat Gak hadir.

@Fahrihamzah: Hakim mediasi waktu itu menyayangkan ketidakhadiran para pihak tergugat.

Akhirnya mediasi gagal dan PN menyelenggarakan persidangan.

Saya hadir hampir lengkap sejak awal.
Saya menikmati proses hukum ini apa adanya.

Sembari belajar menjadi warga negara yang baik.

@Fahrihamzah: Saya merasa sejak awal, sikap para tergugat adalah, “loh kan sudah dipecat, sudah selesai dia bukan kader”.

Meski lucu karena nampak Gak paham hukum , kosa kata ini terus diulang. Cukup menyedihkan.

Tapi saya diamkan saja. Sampai saya menang di PN dan PT.

@Fahrihamzah: Kemenangan saya bukan malah memperbaiki Sikap pimpinan partai.

Justru ada upaya menisbatkan diri bahwa partai adalah pimpinan dan pimpinan adalah partai, kritik kepada pimpinan adalah serangan kepada partai.

Ada banyak korban; dipecat dan diisolir.

@Fahrihamzah: Kader secara resmi dan tidak resmi dilarang mengontak saya dan banyak orang tertentu yg dianggap simpati dengan saya juga dilarang bicara dan tidak boleh diundang.

Tapi pertemuan tidak bisa dilarang.

Cinta dan ukhuwah tidak bisa diberangus.


@Fahrihamzah: Maka saya lawan lagi, akibat pernyataan dan sikap pimpinan yang semakin vulgar menyerang pribadi dan kehormatan saya maka saya lawan.
Sekali lagi saya tidak melawan manusia, saya kawan kejahatan yang ada dalam dirinya.

Yang Saya lawan adalah kezaliman.

@Fahrihamzah: Laporan atas tindak pidana yang dilakukan oleh pimpinan adalah surat cinta saya kepada jamaah, kepada partai yang Sy ada di dalamnya lebih seperempat abad.

Apakah bisa 1/4 abad hilang begitu saja dari ingatan dan kita dan Tiba2 menjadi sepeti tidak saling mengenal?.