Psi Bertemu Said Aqil Ternyata Visi Dan Misi Mereka Sama







Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyambangi kantor PBNU. Selain untuk bersilaturahmi, pertemuan membahas situasi pada tahun politik ini.

Rombongan PSI datang sekitar pukul 15.30 WIB di kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Senin (26/3/2018). Rombongan PSI dipimpin oleh sang ketum, Grace Natalie. Kemudian hadir pula Sekjen PSI Raja Juli Antoni, Ketua DPP PSI Isyana Bagus Oka, dan beberapa kader lainnya.

Mereka diterima langsung oleh Ketum PBNU Said Aqil, Ketua DPP PBNU Marsudi Suhud, dan jajaran PBNU lain. Pertemuan kemudian berlangsung secara tertutup selama kurang-lebih satu jam.

Seusai pertemuan, Said Aqil berbicara sejumlah hal yang dibahas antara PBNU dan PSI. Dia menyebut kedua belah pihak membahas soal situasi politik Indonesia.

"Terkait tahun politik, ada kaitannya, bukan berarti pribadinya, bahwa ini discuss, sharing, tentang situasi tahun politik, pasti itu," kata Said Aqil.

Said Aqil mengatakan PBNU bersedia menerima PSI karena memiliki visi dan misi yang sama, yaitu membangun persaudaraan. Selain itu, kedua pihak memiliki visi-misi memerangi masalah pelanggar hukum, seperti narkoba.


"Kita menerima DPP PSI. Ternyata dalam berbincang-bincang visi-misinya sama dengan NU, ingin membangun persaudaraan. Ya, NU prinsipnya ingin mendukung sesama berdasarkan ukhuwah islamiah, berdasarkan kebangsaan dan bersaudara sebagai sesama manusia," ucapnya.

"Jadi kami nggak punya musuh, NU nggak punya musuh, karena targetnya persaudaraan, kecuali yang melanggar hukum, korupsi, teroris, bandar narkoba, LGBT, itu musuh NU. Selama orang itu baik-baik, nggak dipandang partainya apa, sukunya apa," imbuh Said Aqil.

Sementara itu, Grace Natalie menyebut pertemuan ini terkait silaturahmi bersama tokoh. PSI juga akan menyambangi tokoh bangsa lainnya untuk mendapatkan saran mengenai politik.


"Kita silaturahmi dan menjaga hubungan baik, karena kita sudah punya komunikasi, karena kita bekerja sama dengan banyak pihak. Kita juga akan silaturahmi dengan para tokoh bangsa, support moril, dan wejangan untuk kita ke depan, harus bersama-sama," ujar Grace dalam kesempatan yang sama.
(yld/elz)

detik