Permudah Pekerja Asing Masuk RI, Luhut: Jangan Uji Nasionalisme Saya!


Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan saat ini Indonesia masih kekurangan tenaga kerja yang memiliki skill khusus di beberapa sektor. Oleh sebab itulah, pemerintah mempermudah perizinan tenaga kerja asing (TKA) asing masuk ke Indonesia.

Luhut bilang, bahwa masyarakat seharusnya tak perlu khawatir dengan adanya TKA di Indonesia. Sebab, TKA yang masuk hanyalah yang memiliki keahlian di bidang khusus yang masih minim dimiliki pekerja Indonesia.

"Sekarang akan selesaikan mengenai izin kerja, jadi, (soal) visa. Kami usulkan dalam ratas (rapat terbatas) kemarin kalau punya kontrak dengan perusahaan di Indonesia, maka perusahaan itu berikan kontrak dengan Anda tiga tahun, maka Anda dapat visa tiga tahun dan izin kerja tiga tahun," kata Luhut dalam acara Kadin di Jakarta, Jumat (8/3/2018).


Nantinya, kata Luhut, perusahaan bertanggung jawab untuk memberitahu pemerintah atau imigrasi bila kontrak si TKA telah habis, dan bisa dipulangkan. Dia mencontohkan TKA-TKA yang memiliki kemampuan khusus tersebut seperti tenaga pengajar, atau di bidang kesehatan.

"Jadi kita kenapa sih dokter-dokter bagus nggak boleh kerja di kita. Takut (kurang) lapangan kerja? ya harus bersaing dong. Tapi saya kira setelah 5-10 tahun kalau kita belajar seperti Singapura. Singapura ada tiga juta orang asing, nggak ada urusan, mereka jadi tambah bagus. Kita harus bangsa yang berani fighting," katanya.

Dalam kesempatan itu, Luhut pun sempat menyindir pihak-pihak yang mempermasalahkan adanya TKA di Indonesia.



"Kita mencari solusi bukan fight the problem (melawan masalah), ini orang ngomong. Saya bilang, dont challenge my nasionalism (jangan uji nasionalis saya). Saya berkali-kali ngomong itu. Kalau kau belum pernah dirasa ditembakin, belum pernah lihat anak buahmu gugur, kamu jangan challenge my nasionalism. I know exactly what my nasionalism. Nggak usah challenge saya," kata Luhut tegas.

Selain itu, kata Luhut, di satu pemerintah juga sedang mempersiapkan tenaga dalam negeri untuk bisa bersaing dan memiliki kompetensi khusus. Caranya ialah dengan menggenjot pendidikan dan pelatihan vokasi.

"Kan kita harus cari solusi, kalau nggak ada orang (tenaga khusus) kita bagaimana, berhenti? Nggak investasi? Kan gak benar juga. Jadi kita harus investasi, solusinya apa? Kau bikin kerja sama dengan Menteri Perindustrian ada politekniknya, sekarang mereka sedang melatih. Nah itu nanti yang menggantikan orang-orang asing nanti," tuturnya. (fdl/zul)


detik