Peringati Hari Perempuan, AMMPERA Layangkan Tuntutan ke Pemerintah


Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Peduli perempuan dan Anak (AMMPERA) Kota Solo menggelar aksi damai di kawasan Solo Car Free Day (CFD), Minggu (11/3). Aksi ini dilakukan dalam rangka memperingati hari Perempuan Internasional yang diperingati setia tanggal 8 Maret. Dalam aksi tersebut, AMMPERA mengajukan tiga tuntutan kepada pemerintah terkait penanganan terhadap korban kekerasan.

Koordinator Lapangan (Korlap) Ani Surtinah disela-sela aksi menjelaskan bahwa, aksi bertema "Puisi Cinta Untuk Perempuan Korban" sebagai bentuk dukungan terhadap para korban kekerasan yang melibatkan perempuan dan anak. Selama ini pemerintah dirasa masih abai terkait nasib perempuan dan anak.

"Perempuan dan anak membutuhkan jaminan rasa aman. Karena kekerasan terjadi di mana saja dan bisa dilakukan oleh siapa saja," tegasnya saat ditemui JawaPos.com, Minggu (11/3).


Untuk itu, AMMPERA mendesak kepada pemerintah agar memberikan jaminan rasa aman dan nyaman kepada korban. Ani menambahkan, selama ini pemerintah masih fokus pada pemberian hukuman terhadap para pelaku. Sedangkan, belum banyak memperhatikan terhadap kondisi korban. Padahal, untuk pemulihan korban yang mengalami trauma sebagai korban kekerasan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

"Kami juga mendesak adanya pemenuhan layanan bagi perempuan dan anak korban kekerasan. Paling tidak ada layanan lima dasar, seperti pengaduan, kesehatan psikologi dan juga rehabilitasi. Dan sekarang ini belum maksimal," katanya.

Selain itu, Ani menambahkan, selama ini penanganan kasus kekerasan cenderung tidak berpihak kepada korban. Hal ini terlihat dari adanya mediasi yang dilakukan pascaterjadinya kekerasan. Padahal, trauma yang pada korban akan dialami seumur hidup.

Lebih lanjut, Ani juga menyampaikan, tuntutan yang terakhir adalah adanya ruang dan akses informasi bagi perempuan.

(apl/JPC)