Meski Anggap Masa Lalu, Tommy Ingin Adopsi Program Orba


Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto mengatakan bahwa tak mungkin Indonesia kembali ke Orde Baru. Menurut dia, pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden ke-2 Soeharto itu kini tak lebih dari sejarah semata.

"Mengenai konsep kembalinya Orde Baru segala macam, saya kira seperti yang saya sampaikan beberapa waktu lalu, bahwa kembali Orde Baru itu enggak mungkin, karena itu bagian dari sejarah," kata Tommy di sela-sela Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) ke-III Berkarya di Solo, Jawa Tengah, Minggu (11/3).

Meskipun demikian, kata Tommy ada sejumlah hal positif yang dilakukan Orde Baru akan diadopsi oleh Partai Berkarya. Tommy cukup akrab dengan Orde Baru karena dirinya adalah putra bungsu Soeharto.


Tommy mengatakan salah satu yang bisa diadopsi dari kepemimpinan sang ayah adalah konsep Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita), yang mulai berlangsung sejak 1969 sampai 1994.

"Tapi yang ingin kami kembangkan dan lanjutkan adalah hal-hal yang baik dilakukan di Orde Baru, seperti Repelita," ujarnya.

Presiden Komisaris Humpuss Group itu berkata rencana pembangunan berkala tersebut, mulai dari lima tahun sampai 25 tahun perlu diterapkan kembali oleh pemerintah. Dengan konsep tersebut rakyat akan mengetahui apa yang harus dicapai pemerintah dalam jangka waktu lima tahun hingga 25 tahun.


Tommy percaya bila kembali diterapkannya target pembangunan berkala seperti itu, impian Indonesia menjadi negara maju bisa terwujud. Menurutnya untuk menjadi negara maju Indonesia harus memiliki industri yang kuat dengan didukung sektor agraris yang mumpuni.

Lumbung Pangan Dunia

Tommy melanjutkan, Partai Berkarya menargetkan Indonesia bukan lagi dapat melakukan swasembada pangan seperti era Orde Baru, melainkan menjadi lumbung pangan dunia. Menurut dia, hal tersebut bisa diwujudkan lantaran Indonesia memiliki lahan yang luas dan belum banyak dimanfaatkan.

"Di sini lah Indonesia punya lahan yang besar, kita punya kesempatan untuk menjadi sumber pangan dunia, menyuplai sumber pangan dunia. Ini seharusnya menjadi tantangan," kata dia.


Selain soal konsep Repelita, menurutnya yang juga harus diperhatikan adalah Trilogi Pembangunan, yakni menjaga stabilitas pembangunan, pertumbuhan, dan pemerataan.

Tommy pun turut menyoroti pertumbuhan ekonomi yang tak merata. Menurut dia, pertumbuhan ekonomi masih dinikmati oleh kelompok tertentu, sementara kelompok masyarakat kecil belum menikmati.

"Nah ini, pemerataan ini belum berjalan, ini yang harus dilakukan dengan seksama di pemerintahan yang akan datang sehingga betul-betul dinikmati oleh semua komonen bangsa," ujarnya.

"Itu lah yang mungkin terkait dengan Orde Baru dan apa yang kami ingin capai di kemudian hari," kata Tommy melanjutkan. (osc)

CNN