Mengenal Linda, lady biker bercadar pengendara motor sport asal Yogya


Bagi sebagian orang, perempuan yang mengenakan cadar kerap dianggap berkaitan dengan gerakan radikalisme, memiliki kepribadian yang tertutup, dan tak gampang bersosialisasi dengan orang lain. Namun bagi Herlinda Ira Wulandari (30), mengenakan cadar tak menghalanginya dalam beraktifitas maupun bergaul dengan orang lain.

Lindabira, demikian biasa dia disapa, mengatakan dirinya mantap mengenakan cadar sejak awal tahun 2018 yang lalu. Usai memutuskan berhijrah, Linda tak lantas meninggalkan dunia motor sport yang sejak dulu digemarinya.

Perempuan kelahiran 27 Maret 1988 ini, sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama senang mengendarai motor sport. Mempunyai motor sport berjenis CBR 250 Linda hingga saat ini tercatat dan masih aktif sebagai anggota Jogja CBR Riders Independent (JCRI).

"Terakhir touring bareng teman-teman klub CBR pas ke Wonogiri. Sekitar dua minggu yang lalu. Ya pakai niqab tapi tetap safety. Pakai helm fullface, protector siku dan lutut, sama pakai jaket," ujar Linda saat ditemui Jumat (9/3) lalu.

Ibu dari Abira Galan (8) ini mengaku sudah menggemari motor sport sejak masih bersekolah di SMP 3 Banguntapan, Bantul. Waktu itu, Lindabira dibelikan sepeda motor Suzuki RGR oleh ayahnya. Sejak itu dirinya mengaku jatuh cinta dengan motor sport yang lazimnya dikendarai pria.

"SMP dibelikan almarhum papa saya RGR. Terus pas SMA ganti jadi Ninja. Terus ganti lagi Ninja RR. Sempat pakai Ducati 600 cc milik almarhum papa tapi terus ganti CBR 250 cc sampai sekarang," ujar perempuan lulusan APMD ini.

Linda mengatakan dengan CBR 250 dirinya pernah melakukan touring dari Yogyakarta menuju Lampung. Perjalanan itu ditempuhnya selama seminggu. Sebab, Lindabira sempat mampir-mampir ke beberapa kota terlebih dulu.

"Yogyakarta- Surabaya juga pernah. Itu saya tempuh 9 jam perjalanan. Saya sendirian berangkatnya karena ke Surabaya untuk ziarah ke makam Papa. Biasanya kalau kangen Papa langsung gas ke Surabaya," ungkap Linda.

Linda menceritakan banyak pengalaman yang pernah didapatnya selama menjadi lady biker. Salah satunya dirinya pernah dicegat oleh orang saat melintas di Alas Roban dari perjalanan Yogyakarta menuju Surabaya.

"Waktu itu malam. Pas mau ke Surabaya lewat Alas Roban. Saya dicegat sama dua orang. Motor diberhentiin. Untung belakang saya ada bus. Jadi begitu bus mendekat langsung saya gas dan enggak jadi dicegat," kenang Linda.

Linda mengatakan dirinya memang gemar memacu motor sport. Bahkan, dalam kondisi tertentu Linda pernah menggeber motornya dengan kecepatan di atas 100 kilometer per jam.

"Dulu, pernah sampai kecepatan 167 kilometer per jam. Biasanya kalau pas emosi terus gas. Tapi sekarang sudah enggak lagi," tutur Linda.

Linda mengaku meskipun mengenakan cadar dirinya tak kesulitan dalam mengendalikan motor sport. "Enggakk ada kesulitan. Sudah biasa kok," urai Linda.


Linda menceritakan keputusannya untuk berhijrah hingga akhirnya menggunakan cadar dilakukannya secara bertahap. Awalnya, Linda tak mengenakan jilbab. Kemudian Linda memutuskan mengenakan jilbab sejak setahun yang lalu.

"Berhijab mulai satu tahun ini. Kalo pakai niqab (cadar) awal tahun ini. Awalnya karena sering ikut kajian. Akhirnya saya memutuskan jadi seperti sekarang ini," papar Linda.

Ketua JCRI, Ferdy Yunianto menerangkan bahwa Linda merupakan satu-satunya anggota perempuan di klub tersebut. Selain itu, Linda juga menjadi satu-satunya perempuan bercadar yang tergabung dalam klub motor sport.

"Mungkin satu-satunya perempuan yang mengenakan cadar yang ikut klub CBR 250. Kemarin waktu touring dan acara di Wonogiri saya sempat ditanya-tanya oleh teman-teman dari klub lainnya. Tapi setelah tahu itu adalah Linda ya teman-teman lain jadi paham," ulas Ferdy.

Ferdy mengisahkan bahwa saat touring ada juga warga yang penasaran dengan sosok Linda. Pasalnya tak lazim ada seorang perempuan bercadar yang menaiki motor sport.

"Ada beberapa warga sekitar kaget. Ini kok pakai cadar kok pakai motor sport. Mau tanya malu akhirnya pada tanya ke saya dan saya jelaskan," kata Ferdy.

Ferdy menambahkan paska memutuskan menggunakan cadar, sosok Linda banyak mengalami perubahan. Perubahannya, sambung Ferdy, ke arah yang positif.

"Banyak perubahannya. (Linda) jadi lebih teratur dalam berkendara. Selain itu juga membawa dampak positif bagi teman-teman klub yang lainnya. Jadi ada yang mengingatkan kalau ada hal-hal yang dianggap melenceng," tutup Ferdy. [bal]


Merdeka