Massa Gema Pembebasan Sumut: Jokowi Jangan Nonton Dilan Aja, Lihatlah Pembantaian di Ghouta


Pembantaian umat muslim di Ghouta Timur, Syria memancing reaksi keras dari berbagai organisasi Islam di Indonesia. Salah satunya Gema Pembebasan Sumatera Utara.

Saat turun ke jalan, massa yang didominasi kalangan mahasiswa Islam ini menyebut pemerintah Indonesia tutup mata.


Bahkan, salah satu orator yang memegang mic pengeras suara mengkritisi Presiden Indonesia, Joko Widodo.

Mantan Wali Kota Solo itu dianggap lebih mementingkan nonton film 'kids zaman now' berjudul Dilan yang dianggap tak ada relevansinya dengan kepentingan masyarakat luas.

"Presiden itu lucu. Ada saudara muslim dibantai di Ghouta, beliau malah nonton film Dilan," kata salah satu orator yang mengenakan jaket hitam di seputaran Bundaran Majestyk Jalan Gatot Subroto Medan, Sabtu (10/3/2018).

Massa mengatakan, Jokowi jangan hanya nonton film yang tak ada faedahnya sama sekali.

Sebagai Presiden, apalagi sebagai muslim, Jokowi diminta melihat pembantaian di Ghouta Timur yang kian memprihatinkan.

"Pak Jokowi jangan hanya nonton Dilan aja. Tapi lihatlah pembantaian saudara muslim kita di Ghouta," teriak orator.

Sementara itu, Ketua Gema Pembebasan Sumatera Utara, Andika Mirza mendesak agar penguasa di negeri ini segera mengirimkan bantuan militer ke Ghouta.

Pembantaian di Ghouta yang dilakukan militer setempat tidak bisa dilawan oleh masyarakat sipil tanpa senjata.


"Yang bisa merealisasikan pengiriman bantuan militer adalah penguasa. Sehingga kami sangat berharap penguasa mengirimkan pasukan ke sana untuk membantu saudara kita sesama muslim," ungkap Andika.

Ia mengatakan, pembantaian di Ghouta Timur itu sudah masuk dalam taraf mengkhawatirkan.

Sebab, tak hanya orang dewasa, anak-anak juga menjadi korban pembantaian militer setempat.

"Tidak mungkin rakyat biasa melawan senjata militer. Kami sangat berharap penguasa bisa mengambil kebijakan untuk segera mengirim bantuan kesana," ungkap Andika. (ray/tribun-medan.com)

TRIBUNNEWS