Jokowi Diundang Bicara Soal Muslim Indonesia di Kazakhstan


Presiden Joko Widodo menerima kunjungan resmi delegasi senat parlemen pagi ini di Istana Merdeka. Kunjungan itu dipimpin Ketua Parlemen Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev.

"Tujuan kami ingin menyampaikan surat dari presiden kami untuk mengundang Pak Presiden melakukan kunjungan resmi ke Astana pada 10 Oktober," ujar Tokayev di Istana Merdeka, Selasa (13/2).

Tokayev mengatakan undangan itu sebagai perayaan hubungan diplomatik Indonesia dan Kazakhstan ke-25 tahun ini.


Lihat juga: Tantang Jokowi, Presidium Alumni 212 Gelar Konvensi Capres
Indonesia, kata Tokayev, merupakan salah satu mitra terpenting Kazakhstan di Asia dan berharap hubungan itu membaik sehingga potensi kerja sama kedua negara meningkat.

Kepala Badan Kerja Sama AntarParlemen (BKSAP) DPR Nurhayati Ali Assegaf yang mendampingi Jokowi dalam acara itu mengatakan pihak Kazakhstan berharap Jokowi bisa memberikan sambutan di sana sebagai pembicara merepresentasikan negara yang berpenduduk mayoritas Muslim.

Undangan itu disambut baik Presiden Jokowi. Ia berterima kasih karena Tokayev beserta tujuh orang delegasi lainnya yang berkunjung ke Indonesia.

Lihat juga: Cerita Yusril Dipanggil Jokowi Bahas Kasus Rizieq Shihab
Jokowi memberi tahu mereka Indonesia merupakan negara besar memiliki banyak suku, budaya, dan agama, tetapi memiliki populasi umat Muslim terbesar di dunia.

"Alhamdulillah kami dapat menjaga kebersamaan dalam prinsip perdamaian dan toleransi yang selalu memberi kenyamanan," kata Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman M. Fachir.

"Jokowi juga menyambut baik undangan dari Kazakhstan dan akan mempertimbangkan apabila beliau tidak bisa hadir pasti beliau akan mengirimkan delegasi menghadiri acara tersebut," ucap Nurhayati.