Jelang Pemilu, Hanura DKI Ogah Terima Politisi Kutu Loncat



Ketua DPD Partai Hanura DKI Mohamad Ongen Sangaji menegaskan, pihaknya tidak akan menerima calon kader dari partai lain atau yang dikenal sebagai politisi kutu loncat.

Ongen tidak ingin kader dari partai lain yang ingin mendaftar sebagai calon legislatif dalam Pemilu 2019 ini hanya menikmati keuntungan pribadi saja, tanpa ingin bersatu padu ketika partai mengalami persoalan.

"Jangan kita berteman kalau ada maunya saja. Itu penting. Jadi susah harus bersama-sama juga," kata Ongen di Gedung DPRD DKI, Senin (26/2/2018).‎

Ongen mengungkapkan, kader partai politik yang pindah dari satu partai ke partai lain adalah merupakan politisi yang haus kekuasaan.

Selain itu, kader parpol kutu loncat tidak mendidik masyarakat karena tidak memiliki nilai penting seorang contoh masyarakat, yaitu amanah dan motivasi.‎

Kendati demikian, Ongen mengatakan, bukan berarti tidak diperbolehkan kader dari partai lain jika ingin bergabung dengan Hanura.

"Syarat yang harus diikuti kepindahannya dari partai lain memiliki alasan yang kuat.‎ Kepindahannya harus ada alasan kuat, kalau tidak ya no way," ujar Ketua Fraksi Partai Hanura DPRD DKI Jakarta ini.‎(yn)


TEROPONGSENAYAN