Bela PSI, PDIP: Kalau Prabowo yang ke Istana, Apa Ada Masalah?


Sejumlah partai yang beroposisi dengan pemerintah mengkritik pertemuan Presiden Jokowi dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Istana Negara. Namun, Wasekjen PDIP Eriko Sotarduga menuturkan bahwa pertemuan tersebut memang sudah sepatutnya dilakukan oleh seorang Presiden.

"Pak Jokowi itu baik sekali, artinya mengajak semua partai untuk berbicara dan berkomunikasi. Dan itu patut dilakukan oleh seorang pemimpin," kata Eriko usai diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (3/3/2018).

Ia menuturkan, tidak masalah jika ada pihak yang mengkritik pertemuan tersebut. Sebab menurut Eriko, permasalahan itu hanya terkait sudut pandang personal publik.

"Ini kan hal yang biasa saja. Tinggal bergantung dari sisi mana kita melihat. Bagaimana kalau kemudian kalau yang datang itu Pak Prabowo ke Pak Jokowi. Ada masalah kah? Kan tidak. Tentu ada anggapan nantinya ini mau jadi capres atau cawapres. Itu kan sesuatu tanggapan yang wajar saja," ungkapnya.

"Artinya beliau (Jokowi) ingin bertemu dengan orang-orang muda. Tapi kan orang muda kadang-kadang menyampaikan bahwa ini adalah suatu pendukungan, sah-sah saja dan nggak masalah," imbuhnya.

Ketum Gerindra Prabowo Subianto memang pernah datang ke Istana Negara untuk menemui Jokowi. Tak hanya itu, Jokowi juga pernah menerima Ketum Partai Demokrat yang juga Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono.

Sebelumnya Gerindra mengkritik keras kedatangan PSI ke Istana dengan membicarakan pemilu ke presiden. Jokowi disebut melakukan penyalahgunaan kekuasaan.

"Penyalahgunaan kekuasaan itu, abuse of power. Artinya bahwa masih Pak Jokowi sekarang memperlihatkan sikap yang kebelet sehingga beliau mengabaikan beberapa prinsip yang seharusnya sebagai presiden tak dilakukan," kata Wasekjen Gerindra Ferry Juliantono, Sabtu (3/3).
(yas/elz)