Anies: PKL Tidak Taat Aturan Demi Kebutuhan, Bukan Serakah


Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengaku miris melihat foto-foto pedagang kaki lima (PKL) yang disebarluaskan dan disebut sebagai kumpulan yang tidak menaati peraturan. 


"Saya kadang miris melihat foto PKL disebarluaskan. Mereka memang tidak menaati aturan, tapi yang mereka lakukan untuk memenuhi kebutuhan,” ujar Anies di Balaikota DKI Jakarta, Jakarta Selasa (13/3).

Padahal, dalam konteks melanggar peraturan, banyak juga para pengusaha pemilik gedung pencakar langit di Jakarta yang melanggar. Seperti saat dirinya melakukan inspeksi mendadak (sidak) pengelolaan limbah dan sumur resapan di Hotel Sari Pan Pacific kemarin, Senin (12/3). Ada banyak temuan pelanggaran yang didapat Anies saat sidak di tempat tersebut.

Dengan kata lain, pelanggaran sama-sama dilakukan oleh PKL maupun pengusaha. Bedanya, PKL melanggar demi kebutuhan, sementara pengusaha melanggar demi keserakahan. 

"Di belakangnya gedung pencakar langit tidak menaati aturan karena apa? Karena keserakahan," tukasnya.

Ada tiga temuan pelanggaran yang membuat Anies geleng-geleng kepala dengan tata kelola air di Sari Pan Pacific. Pertama, tidak ada sumur resapan di gedung tersebut.

"Jadi, air yang digunakan hotel ini dialirkan langsung  keluar dan tidak dimasukan ke dalam tanah untuk diserap," jelasnya kemarin.

Kedua, instalasi dan prinsip-prinsip pengelolaan air limbah tidak dijalankan dengan baik oleh pihak hotel.

Terakhir, Surat Izin Pengambilan Air (SIPA) terakhir yang dimiliki hotel ini adalah tahun 2013. Padahal, masa berlaku SIPA selama 3 tahun.

"Seharusnya pihak hotel sudah memperpanjang di tahun 2016," urainya.

Anies berharap pihak hotel segera memperbaiki temuan sidak tersebut. Ia juga mengingatkan bagi seluruh manajemen gedung-gedung di Jakarta untuk segera melengkapi dokumen-dokumen terkait pengelolaan limbah, sumur tanah, dan SIPA.

"Nanti seluruh gedung akan kami periksa," ancam Anies. [ian]