Anies: Ingin Indonesia Damai, Hadirkan Keadilan


Gubernur DKI Anies Baswedan menyinggung ketimpangan ekonomi di Indonesia yang sangat lebar antara si miskin dan si kaya. Ia menyebut, sebagian besar warga Indonesia memiliki uang di rekening sebanyak Rp 2 miliar.

"Jika kita lihat terkait perbankan, terkait keuangan, betapa ketimpangan di Indonesia ini luar biasa. Pemilik rekening di atas Rp 2 miliar misalnya lebih dari 55 persen. Kalau kita runut datanya panjang, terlalu detail," kata Anies di acara pelantikan Pengurus Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) 2017-2022 di Hotel Grand Sahid, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (11/3/2018) malam.

Anies menuturkan, ketimpangan ekonomi merupakan permasalahan yang harus menjadi perhatian KAHMI. Karena, menurutnya, keadilan sosial merupakan salah satu indikator terciptanya kedamaian di Tanah Air.

"Ini PR (pekerjaan rumah). Mudah-mudahan KAHMI membicarakan keadilan sosial sebagai agenda utama. Kita ingin damai, ya, tapi damai tidak ditandai dengan tidak adanya kekerasan. Kedamaian ditandai dengan adanya rasa keadilan," papar Anies.

Anies pun sempat menyinggung peran Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) sebagai pejabat negara yang sering membicarakan isu perdamaian di hadapan dunia internasional.

Menurut Anies, apa yang dibicarakan JK tak lain adalah masalah keadilan.

"Pak Wapres telah berkali-kali jadi mediator munculnya perdamaian. Selalu yang dimunculkan oleh kedua belah pihak adalah rasa adil. Ingin Indonesia damai? Hadirkan keadilan sosial!," tutup mantan Mendikbud itu.

Dalam acara ini, turut hadir Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, dan mantan Ketua Umum Golkar Akbar Tandjung.

Selain itu, tampak Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Harry Azhar Azis dan mantan Ketua MK, Mahfud MD serta beberapa pejabat lainnya.(yn)


teropong senayan