Anggap Donald Trump Khilafah, Ulama Jatim ‘Skak Mat’ Rektor UIN SUKA


 Ulama Jawa Timur wilayah kasepuhan Jombang, Kediri, Nganjuk dan Mojokerto, Ahad (11/3) kemarin menggelar Jalsah Ammah bersama para muhibbin.

Hadir dalam acara tersebut KH. Farid Maruf, MA, KH. Misbah Halimi, KH. Akhmad Djauhari, Kyai Tamaji, KH. Ahmad Robithoh, Gus Lukman Hakim, Gus Sam, KH. Abdul Kholik, Kyai Marjito, Kyai Abdurrahman Salam, Kyai Mashudi, Kyai Maslikhan dan Kyai Suhardi Anwar.

Dalam pertemuan itu, para Ulama Jawa Timur itu menanggapi pernyataan Rektor UIN Sunan Kalijaga (SUKA), Jogjakarta terkait pernyataannya yang menganggap Presiden AS Donald Trump adalah khilafah.

KH. Farid Ma’ruf, MA menegaskan bahwa pernyataan Rektor bahwa Donald Trump yang bisa dianggap sebagai khalifah adalah bentuk penyesatan.

“Bahkan ini termasuk setting Amerika untuk menghalangi kebangkitan Islam. Rektor UIN (SUKA) adalah bagian dari JIL. Kelompok liberal yang terus menyerang pemikiran umat Islam,” tegas Kyai Farid.

Sementara itu, KH. Misbah Halimi membantah pernyataan rektor UIN SUKA. Menurutnya, tidak pantas seorang rektor menganggap Presiden sinonim dengan khalifah. “Sebuah definisi harus dikembalikan kepada definisi syar’i. Tidak berdasarkan pada hawa nafsu pembuat definisi,” ujar Kyai Misbah.

Lebih tegas lagi, Kyai Tamaji mengecam rektor UIN SUKA dengan aturannnya yang melarang pemakaian cadar untuk mahasiswi, yang belakangan sudah dicabut aturannya, dan pembelokan makna khalifah menunjukkan jati diri rektor itu sebagai orang munafik.

Acara yang dihadiri ratusan muhibbin itu berjalan dengan baik. Ditutup doa oleh Ulama sepuh KH. Akhmad Robithoh. (*/ls)

Sumber: shautululama