Adhyaksa Dault Tantang Wartawan Cari Anggota Pramuka Tersangkut Narkoba


Gerakan Pramuka merupakan sarana revolusi mental bagi generasi muda Indonesia. Hal ini sejalan dengan gagasan Presiden RI Joko Widodo, yakni Revolusi Mental.

Hal ini ditegaskan Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault di Papua Barat, belum lama ini.

"Bila Bapak Presiden Joko Widodo mengatakan revolusi mental, Pramuka terdepan dalam melakukan revolusi mental untuk generasi muda kita. Pramuka sarana revolusi mental yang tepat," tegas Menpora periode 2004-2009 ini.

Dalam pelaksanaan revolusi mental, ia menekankan pentingnya aspek nasionalis dan religius dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

" Jika Presiden Joko Widodo mengatakan kerja, kerja, dan kerja, maka Pramuka mengatakan kerja, bersyukur, kerja, bersyukur," terangnya.

Baginya, revolusi mental itu jalan kembali ke nasionalis religius ajaran agama masing-masing. Tujuannya supaya bermental kuat, jelas orientasinya ke kehidupan bangsa dan bernegara juga akhirat.

Itulah sebab, dari jutaan anggota Gerakan Pramuka yang aktif dan memiliki tanda kecakapan, ia memastikan tidak ada seorang pun terindikasi menggunakan narkoba.

Pria yang hobi mendaki gunung ini juga menantang wartawan untuk mencari anggota Gerakan Pramuka seperti tersebut tersangkut narkoba.

"Kelapa itu ditaruh (ditanam) di mana saja bisa tumbuh. Buah kelapa begitu kokoh, tidak bisa dikupas dengan tangan. Buahnya sangat bermanfaat bagi kita, bahkan sampai diperas menjadi santan pun tetap bermanfaat. Untuk itu, jadilah kita seperti buah kelapa, mau jadi apa pun tetap bisa berguna bagi bangsa dan negara,” imbuhnya.[wid]