VIRAL! Ahoker Songong DIBURU H. Jusuf Hamka


Sebuah video statement beredar. H. Jusuf Hamka tanya siapa orang ini. Dia bermata sipit, pake topi, kaca mata, parasnya mirip "bajingan glodok".

In abstracto, publik menuding dia etnik minoritas. Bahasanya kasar, sok jago, mencaci maki FPI dengan kata bangsat, bajingan dan anjing. Belagu sekali. Jelas, he is lack of finesse.

Muka-tengiknya terasa ngga asing. Ternyata, dia lagi-dia lagi. Preman ini pernah caci maki Anies dan Fadli Zon.

Redaksional kata-katanya arrogant. Orang ini ngga berpendidikan. Uneducated misfit creature. Level preman. Dia bela Ahok. Typical gede omong, mikro-nyali, otak kosong.

Dia sombong sekali. Ngga punya kaidah menghormati orang lain. "You can have a certain arrogance, but what you should never lose is the respect for the others," kata Steffi Graf.

Sejak Ahok berkuasa, ada saja etnik Tionghoa yang bablas. Merasa sudah hebat. Debra Crown menyatakan, "Arrogance is an illusion of superiority one perpetrates upon their self".

Padahal, orang-orang ini ngga lebih dari kecoa. Seperti kata peribahasa Amerika, "An arrogant bug is a cocky roach".

Penulis: Zeng Wei

Jian

----------

Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial. Seorang pria nampak berbicara dengan latar belakang musik. Pria tersebut menjelek-jelekan Habib Rizieq.

Identitas si pembicara sudah diketahui. Pria tersebut bernama Johnny Baan. Ia seorang pendeta dari Sulawesi Selatan. Berikut datanya.

Setelah koordinasi dengan Jusuf Hamka, aktivis Lieus Sungkharisma melaporkan pendeta Johnny ke bareskrim atas hatespeech dan SARA.

Portal-islam