Ustaz Somad akan Terima Gelar Datuk Seri Ulama Setia Negara, Ketua IKAT Aceh Ikut Diundang

Penceramah kondang Ustaz Abdul Somad akan menerima gelar adat kehormatan dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau.

Rencananya akan digelar 20 Februari mendatang di Balairung Tenas Effendy, Gedung LAM Riau.



Kabar tersebut disampaikan oleh Ketua Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh, Tgk H Muhammad Fadhil Rahmi Lc, MA, kepada Serambinews.com, Sabtu (17/2/2018) malam.

“Sore kemarin (Jumat, 16/2/2018) saya dikirimkan foto undangan oleh SC Panitia, Hajjah Azlaini Agus. Beliau tanya apa perlu dikirim undangan fisik, saya bilang tidak apa-apa, agar tidak merepotkan,” kata Fadhil Rahmi melalui pesan whatsapp kepada Serambinews.com.

Fadhil mengatakan, dirinya belum mendapatkan banyak informasi tentang acara tersebut. Namun, ia menyatakan akan memenuhi undangan tersebut.

“Insya Allah saya akan datang dengan baju adat Aceh,” ujar alumnus Al-Azhar, Mesir ini.
Beberapa waktu lalu, Tribun Pekanbaru memberitakan, pemberian gelar Datuk Seri Ulama Setia Negara kepada Ustaz Abdul Somad merupakan gelar adat pertama yang diberikan pihaknya kepada tokoh agama.

“Gelar adat ini diberikan kepada seorang ulama, begitu berjasa dan terkenal saat ini. Baru pertama kali gelar adat ini diberi kepada tokoh agama,” ujar Ketua Majelis Kerapatan Adat LAM Riau, Al Azhar kepada Tribun Rabu (31/1/2018).

Menurutnya, kehadiran Ustadz Abdul Somad yang juga berasal dari Riau, sangat berpengaruh terutama untuk kalangan muda.

Bahkan untuk kalangan tertentu dengan mendengar ceramahnya banyak yang tertarik dan mengubah perilaku.

“Jasa menyampaikan ceramah itu lah kita memberi gelar kehormatan ini. Mungkin ke depan kita juga memberi kepada ulama yang lain,” ujar Al Azhar.

Undangan acara Majelis Penganugerahan Gelar Kehormatan Adat kepada Ustaz Abdul Somad.

Adapun gelar yang diterima Ustadz Abdul Somad adalah Datuk Seri Ulama Setia Negara, artinya sosok yang istiqamah menyampaikan agama Islam dan setia kepada Negara.

“Ini gelar tetap yang diberikan, seumur hidupnya tidak bisa diwariskan,” jelas Al Azhar.

Hingga saat ini, LAM baru mengeluarkan enam gelar kehormatan kepada figur yang memiliki prestasi bagi Melayu Riau. Di antaranya Pertama Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Kedua Sri Sultan Hamengkubuwono ke-9, Syarwan Hamid, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Rida K Liamsi.

“Yang terakhir itu UAS yang saat ini tidak dimana pun, namun berada dimana-mana. Ia masuk ke semua kalangan masyarakat di Tanah Air,” ujar Al Azhar.

Dengan pemberian gelar Datuk Seri Ulama Setia Negara, maka Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau secara lembaga akan ikut melindungi dan membela hak-hak Ustaz Abdul Somad.

“Jika dia (UAS) dicubit, maka LAM juga terasa sakit. Seperti yang sudah kita lakukan sekarang, mendesak penegak hukum (untuk menghukum orang-orang-red) yang melakukan persekusi kepada UAS di Bali,” ujar Al Azhar.

Sementara terkait adanya penghargaan yang diberikan pihak lain dan daerah lain kepada UAS, seperti yang sudah diberikan Aceh beberapa waktu lalu, menurut Al Azhar itu tidak masalah, karena semua orang berhak.

“Tidak apa apa kita tidak berpacu. Yang jelas, Itu kan sebagai rasa hormat kepada UAS. Dan ini semakin meluasnya pengakuan. Gelar itu tumbuh dari perasaan terdalam pemberinya. Harkat dan martabat Riau dalam kesatuan terangkat oleh Abdul Somad,” jelas Al Azhar.

Al Azhar juga menegaskan dengan pemberian gelar ini sebagai tanda jika UAS merupakan setia kepada negara.(*)

ngelmu.com