Presiden Jokowi sebut pemerintah perlu saran dan wejangan dari ulama


Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka festival sholawat nusantara piala presiden di Sentul International Convention Center (SICC), Babakan Madang, Cipambuan, Bogor, Sabtu (24/2). Ketua MUI Ma'ruf Amin memuji Jokowi karena rajin datang ke acara sholawatan, zikir, hingga berkunjung ke pesantren dan bertemu para ulama.

Presiden Jokowi memberi jawabannya. Dia mengaku silaturahmi antara ulama dan umara harus selalu ditingkatkan. Karena itu Presiden mengaku selalu membutuhkan saran dari para ulama.

"Selain ilmu agama yang memandu dalam bekerja, ulama adalah penyalur suara masyarakat, penyalur suara rakyat, penyalur suara umat, dan sebagai umara saya juga berkepentingan memperoleh saran, wejangan, dan tausiah dari para ulama yang hadir pada acara malam ini," ujar Jokowi.


Dalam pidatonya, Jokowi menuturkan, sholawat bagian dari merekatkan persaudaraan, persatuan, dan kerukunan. Pada kesempatan itu, Jokowi mengajak semua pihak tak lagi berburuk sangka, saling menjelekkan dan mencemooh.


"Jangan lagi kita berprasangka buruk, suudzon satu sama lain. Jangan lagi kita saling mencela dan memfitnah di antara kita," katanya.


Kepala Negara mengajak melakukan hal yang baik dan berpikir positif. Budaya saling menghormati, menjunjung nilai-nilai agama, etika, budi pekerti harus ditumbuhkan. Terutama di tahun politik. Jokowi kembali menitipkan pesan agar menjaga kedamaian, ketenangan meski suhu politik di Pilkada Serentak memanas.



Meskipun berbeda pilihan politik saat Pilkada, masyarakat diminta tetap bersatu setelah pemilihan selesai. Tidak ada lagi perpecahan. "Marilah kita jaga ukhuwah Islamiyah kita, ukhuwah wathaniyah kita, ukhuwah basyariah kita," pesan Presiden. [noe]



Merdeka