Polri belum temukan narkoba dari kapal asing Win Long


Aparat gabungan dari Bea Cukai dan Mabes Polri masih memeriksa kapal ikan asing Win Long yang diamankan di perairan Selat Phillips, Jumat lalu (23/2). Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbal mengatakan pihaknya belum bisa menyatakan resmi benar atau tidaknya kapal itu membawa narkoba.


Iqbal juga membantah beredarnya informasi yang menyebutkan kapal Win Long mengangkut sabu seberat 3 ton. Lagi-lagi dia menegaskan, bahwa tim masih tahap pemeriksaan untuk mengumpulkan bukti.

"Saat ini tim sedang melakukan pendalaman, yang menyebut 3 ton itu kan ramai di media saja," tegas Iqbal.

Pihaknya juga mengendus keterkaitan antara kapal berbendera Taiwan itu dengan kapal berbendera Singapura yang ditangkap di perairan Batam, Kepulauan Riau, Selasa (20/2) lalu yang membawa 1,6 ton sabu. Pengembangan penyelidikan pun akan dikoordinasikan ke negara terkait lainnya.

"Kami mencari korelasinya antara kapal yang satu (Win Long) dengan kapal yang membawa 1,6 ton sabu," ujar Iqbal.

"Tim gabungan akan melaksanakan koordinasi dengan negara negara yang tanda petik diidentifikasi dapat mengungkap jaringan ini juga dapat melaksanakan pencegahan," tambahnya.

Sebelumnya, Humas Kanwil Ditjen BC Khusus Kepri Refly Feller Silalahi mengatakan, sampai saat ini petugas belum menemukan muatan berupa narkotika jenis sabu-sabu. "Belum ada, masih negatif. Tapi pemeriksaan masih berlangsung," kata Refly dikonfirmasi via pesan singkat, seperti diberitakan Antara.

Petugas mengerahkan anjing pelacak yang didatangkan dari BC Batam untuk mempermudah dan mempercepat pencarian barang bukti sabu-sabu. Sejumlah pekerja membongkar karung-karung yang berisi ikan beku, dan dipindahkan ke gudang penyimpanan ikan di Puakang, Tanjung Balai Karimun.

berdasarkan data yang dihimpun, Kapal Win Long diketahui berbendera Taiwan dengan 28 kru, termasuk nakhoda. Kapal tersebut telah menjadi target operasi dan dalam pengintaian aparat sejak Desember 2017.

Tim gabungan menggunakan kapal patroli BC-2005 dibantu kapal patroli BC-2004 dan BC-2003 berhasil mencegat kapal tersebut di perairan Selat Phillips, lalu digiring dan tiba di Pelabuhan Ketapang Kanwil BC Kepri di Meral, Kabupaten Karimun, pada Jumat (23/2) sekitar pukul 16.00 WIB. Informasi yang beredar di lapangan, Kapal Win Long mematikan GPS saat memasuki perairan Indonesia. [eko]


Merdeka