Pemuka Agama Diserang, ICMI: Tangkap Pelaku Meskipun Mengaku Gila


Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie meminta kepolisian mengusut tuntas kekerasan terhadap pemuka agama. Terbaru, kekerasan dialami Kiai Karangasem Paciran, Lamongan, Jawa Timur, Hakam Mubarok.

"Ya pokoknya polisi harus bertindak tegas. Mau ulama, pendeta, siapa saja, pokoknya disikat saja itu," ujarnya di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (19/2).

Menurutnya, kepolisian harus memproses pelaku tak peduli pelaku beralasan sakit jiwa.

"Tidak usah percaya dia ngaku sakit, gila. Pokok ya tangkap dulu, diproses," tambahnya.

Menurut Jimly, saat ini yang terpenting adalah pembuktian kepada masyarakat bahwa polisi dapat bertindak tegas dan berpihak kepada kebenaran.

"Dan sekaligus menunjukan pada masyarakat luas bahwa polisi tegas, hanya berpihak pada kebenaran. Tidak berpihak pada golongan, mau minoritas, mayoritas pokoknya siapa yang salah disikat," tutupnya.

Sebelumnya penyerangan dialami pimpinan Pondok Pesantren Al Hidayah Kampung Santiong Desa Cicalengka Kulon, Cicalengka, Bandung KH Umar Basri bin KH Sukrowi hingga mengalami luka. Selang tak lama, Kiai Persis R Prawoto meninggal dunia setelah mengalami penganiayaan. Kemudian di Yogyakarta, romo dan jemaat Gereja Santa Lidwina diserang di dalam gereja. Semua pelaku ditangkap polisi namun diklaim mengalami sakit jiwa alias gila.[dem]

Rmol