Masya Allah Diberi Keris Tiga Kali, Ustadz Somad: Untuk Persiapan Hadapi Orang Gila


Dai kondang, ustadz Abdul Somad saat ini semakin dikenal luas seiring video-video ceramahnya viral di media sosial. Video dakwahnya pun tidak pernah sepi pengunjung. Bahkan para jamaahnya pun tak sungkan memberikan sebuah cenderamata kepada ustadz alumni Universitas Al-Azhar itu.

Ustadz Somad mengungkapkan, bahwa dalam sepekan dirinya mendapatkan hadiah tiga buah keris. Pertama dari Ustadz Salim Afillah, kedua dari Lembaga Adat Melayu Riau, dan ketiga dari Masjid Jogokariyan.

“Selama sepekan ini sudah 3 kali dapat keris. Pertama dari Ustadz @salimafillah. Kedua dari Lembaga Adat Melayu Riau. Ketiga dari Masjid Jogokariyan,” tulis ustadz Abdus Somad di akun Instagram pribadinya @utadzabdulsomad pada Jumat (23/02/2018).

Keris pertama dari Yayasan Mandat Mataram adalah keris berwarna emas yang diserahkan oleh ustadz Salim A Fillah. Benda yang dinamai Sasmita itu merupakan sebuah tanda persaudaraan dan cinta kasih kepada ustadz Abdul Somad.

“Makna Sasmita sesuai kepribadian beliau (ustadz Abdul Somad), luwes karena manthiq (ilmu kalam) yang kokoh dan santun karena paham perbandingan madzhab dan amat mengetahui variasi aqwal (pendapat) para ulama. Ketat pada diri, tapi membawa keluasan bagi umat,” ungkap ustadz Salim pada lama facebooknya.

Cenderamata itu diberikan di tengah hangatnya kasus penganiayaan ulama yang dilakukan oleh orang gila. Ustadz Somad memperkirakan pemberian senjata itu sebagai pertanda dan persiapan untuk menghadapi orang gila.

“Entah pertanda apa, mungkin persiapan menghadapi orang gila. Wallahu a’lam,” tulisnya.

Postingan itu membuat netizen memberikan dukungan kepada ustadz Abdul Somad. Mereka juga mendoakannya supaya selalu dalam kebaikan. Seperti komentar yang dilayangkan oleh akun @mw.rajawali12 di postingan tersebut.

“Betul Pak @ustadzabdulsomad, buat jaga” kalau ada orang gila jadi”an yang nyerang Ulama, semoga Pak Ustad selalu dalam lindungan Allah SWT…. Aamiin,” tulisnya.

Senada dengan @mw.rajawali12, Faturrahman dalam akunnya @faturrochmanrochman dan @sepian_nor mengatakan bahwa mereka akan siap membela dan menjaga ulama dan ustadz.

“Tak kan ku biarkan para pendakwah di sentuh oleh tangan2 ahli maksiat, Allah selalu melindungi para Ulama,” katanya.

“Ada2 aja ustadz kalo menghadapi orgil cukup umat aja,” ujarn @supian_nor16.

Sementara itu, Lutfi Fajri Akbar dalam akun pribadinya @lutfifajriakbar mengatakan bahwa orang gila saat ini berbeda jau dari pada orang gila tempo dulu. Ia menjelaskan, orang gila tempo dulu lebih suka mengganggu anak kecil, sementara orang gila saat ini mengganggu bahkan menganiaya ulama dan ustadz.

“Orang gila dulu mah beda sama Orang gila sekarang, kalau dulu Orang Gilanya gangguin anak-anak doang, kalau sekarang Orang GILAnya gangguin Ustadz,” ungkapnya.

Reporter: Reno Alfian
Editor: M. Rudy


Kiblat