Harga Pertamax CS Naik Diam-diam, Luhut Binsar Pandjaitan : Tidak Ada Yang Keliru


Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan tidak ada yang keliru terkait naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi.


Menurut Luhut, jenis BBM non subsidi biasanya dinikmati untuk kelompok masyarakat atas.

"Tapi itu semua adalah untuk yang mobil camry isi bensin itu masa disubsidi," kata Luhut di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Senin (26/2/2018).

Luhut menyebutkan kenaikkan harga BBM non subsidi juga tidak mempengaruhi pola konsumsi bensin masyarakat bawah yang lebih kepada jenis premium.



"Sepanjang kepetingan untuk rakyat bawah itu tidak akan ada perubahan," ungkap dia.

Diketahui, PT Pertamina (Pertamina) kembali melakukan penyesuaian harga untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi. Harga baru ini mulai berlaku pada 24 Februari 2018.

Melansir website Pertamina, Minggu (25/2/2018), harga BBM yang naik Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamina Dex dan Dexlite. Sementara untuk Pertalite, Premium dan Solar tak berubah.

Untuk harga Pertamax per liternya di wilayah Jakarta naik dari Rp 8.600 menjadi Rp 8.900. Sementara Pertamax Turbo naik dari Rp 9.600 menjadi Rp 10.100.


Lalu untuk harga Pertamina Dex naik dari sebelumnya Rp 9.250 per liter menjadi Rp 10.000. Sedangkan untuk Dexlite naik dari sebelumnya RP 7.500 menjadi Rp 8.100.

Tak hanya di Jakarta, Pertamax cs juga naik di beberapa daerah. Untuk wilayah Sumatera harga Pertamax dan Pertamax Turbo rata-rata lebih mahal Rp 100.

Untuk Indonesia bagian timur harga Petamax jauh lebih mahal, bahkan di Papua Barat mencapai Rp 11.550.

Sumber : b-islam24h.com