Habib Rizieq Gambarnya Disebar Jadi DPO, Koruptor 35 trilyun rupiah Sepi Pemberitaan


Rencana kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab (HRS) dipastikam batal. Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Persudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif lewat pesan suara, Rabu (21/2).

Slamet Maarif juga menyertakan pernyataan HRS dalam bentuk audio, bahwa alasan ditunda karena ia beristikharah dengan meminta petunjuk kepada Allah SWT. Ini dilakukan semenjak PA212 mengusulkan kepulangannya ke tanah air.

Selain itu menurutnya, penundaan itu setelah dia menerima berbagai masukan termasuk wasiat dari guru besarnya di Arab Saudi.

“Jika sudah dapat keputusannya, maka saya sendiri yang akan mengatakannya kepada umat Islam di seluruh Indonesia tentang kepulangan saya, Insya Allah,” ujarnya.

Dalam pernyataanya, HRS juga mengkritisi sikap pemerintah yang tidak adil dalam mensikapi kasus-kasus yang ditimpakan kepada ulama dan aktifis Islam.

Dia mencontohkan buronan koruptor yang telah merugikan negara 35 trilyun rupiah, sepi dari pemberitaan media. Dan gambarnya sebagai DPO pun tidak ditempelkan di tengah masyarakat.

“Hal ini berbeda perlakuan terhadap saya, ketika berhijrah ke Mekkah langsung diumumkan sebagai buronan, dan gambarnya disebar dan ditempelkan di mana-mana,” ungkapnya.

HRS juga menyatakan keprihatinannya atas persekusi dan kriminalisasi terhadap ulama dan aktifis Islam. Menurutnya, tidak ada satupun kasus mereka yang di-SP3-kan lalu diumumkan kepada publik.

“Sementara kasus para penista agama yang telah dilaporkan, tak satu pun yang diproses sebagaimana mestinya,” lanjutnya. Dalam pernyataannya tersebut, HRS menyebut nama Victor Laiskodat dan Ade Armando.

HRS juga menyayangkan adanya wacana untuk membebaskan Ahok dari hukuman, melalui upaya Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung (MA). Padahal menurutnya, aturan MA sudah jelas bahwa kasus yang tidak melalui proses banding dan kasasi, tidak bisa diajukan PK.

Ahok tidak pernah melakukan banding maupun kasasi, sehingga PK nya ke MA wajib ditolak demi tegaknya hukum,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, HRS telah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan pornografi bersama seorang wanita Firza Husen. Bersamaan dengan kepergiannya ke Mekkah, Penyidik Polda Metro Jaya telah menjadikannya sebagai DPO. (*/ls)


SWAMEDIUM