Felix Siauw : Mengapa Ulama Dibidik?


Oleh: Felix Siauw*

Jakarta, Swamedium.com – Nabi saw bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak mencabut ilmu dengan sekali cabutan dari para hamba-Nya, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama. Ketika tidak tersisa lagi seorang ulama pun, maka manusia akan mengangkat pemimpin dari orang-orang yang bodoh. Mereka bertanya, maka mereka (orang-orang bodoh) itu berfatwa tanpa ilmu. mereka sesat dan menyesatkan.” – HR Bukhari


Hadits ini setidaknya memberikan kita sebuah keterangan. Bahwa tugas ulama adalah mendidik dan membina ummat, dengan ilmu yang Allah titipkan kepada mereka.

Maka saat Allah ingin mencabut ilmu itu dari manusia, Allah mewafatkan para ulama, hingga tak ada lagi yang menuntun manusia dengan ilmu dan adab yang baik.

Meskipun masih tersisa buku, sebab buku tak bisa mencontohkan adab dan akhlak yang baik, hanya ulama yang mampu, sebab itulah pendidikan karakter hanya bisa dilakukan lewat ulama salih.

Dan apa yang terjadi ketika ilmu itu sudah tak lagi ada sebab wafatnya ulama? Rasul menyatakan dengan tegas, “akan diangkat pemimpin dari kaum yang bodoh”, begitu adanya jika ilmu sudah tak ada.

Lalu pemimpin yang jahil yang lahir dari kaum yang bodoh ini dijadikan rujukan oleh manusia, fatwanya sesat dan menyesatkan. Dan ini semua diawali hilangnya ulama.

Hal ini sangat dipahami oleh musuh-musuh Islam. Karenanya mereka berusaha “menghilangkan” ulama dengan berbagai cara. Dari kriminalisasi, stigmatisasi, sampai orang gila yang jelas targetnya.

Sebab saat ummat tak lagi percaya pada ulamanya, mereka akan mudah dikendalikan untuk syahwat dan kepentingan mereka yang munafik dan kafir, sebab mereka tak lagi punya ilmu dan iman.

Tanda-tandanya sudah terlihat, perbuatan keji dan nista dicoba untuk dianggap wajar. Perbuatan kaum Nabi Luth, perzinaan, dianggap biasa, tanda-tanda jelas.

Maka saat masih mampu, pelajari ilmu dari ulama-ulama kita. Hari ini kita masih bisa mengakses dengan berbagai cara, termasuk media sosial, besok bisa jadi belum tentu dibiarkan oleh musuh-musuh Islam.

Maka selagi bisa, selagi ada masa, jangan buang waktu lagi, bina diri kita dengan Islam, dekati para ulama, sebab hanya adab dan ilmu agama, yang akan jadi tuntunan. (*/ls)


Swamedium