Dugaan Sri Mulyani Terima Uang SKL BLBI Mencuat Di Twitter


Dugaan Menteri Keuangan Sri Mulyani mendapat uang dari Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI) kembali mencuat di media sosial.
Akun twitter @bima____ membuat kicauan tentang pemberitaan mengenai dugaan penerimaan uang dari skandal BLBI ke eks Menteri Keuangan itu. Kicauan ini telah dikicau ulang sebanyak 14 kali.

Sebelumnya, Mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung menjelaskan yang melakukan penjualan aset BDNI adalah Menkeu pada 2007. Diketahui, saat itu jabatan Menkeu diduduki oleh Sri Mulyani.

Syafruddin juga menjelaskan urusankewajiban obligor menjadi restrukturisasi atas kewajiban penyerahan aset oleh obligor kepada BPPN sebesar Rp 4,8 triliun sudah diserahkan kepada Boediono selaku Menkeu sebelum Sri.

Hal itu diungkap Syafruddin setelah pemeriksaannya  sebagai tersangka di Gedung KPK pada 4 Januari lalu.

"Hah?!!! aset BDNI dijual oleh Menkeu 2007 (Sri Mulyani) dg harga Rp 220 miliar. Padahal, menurut audit terbaru BPK, @KPK_RI menyebut nilai kerugian keuangan negara dalam kasus ini menjadi Rp 4,58 triliun," tulis akun @bima____ dengan nama #MP, Kamis (22/1).

Kerugian keuangan negara dalam kasus disebabkan Rp 1,1 triliun yang dinilai sustainable, kemudian dilelang dan didapatkan hanya Rp 220 miliar. Sisanya, Rp 4,58 triliun, menjadi kerugian negara.

Akun @bima____ ini memiliki 513 pengikut dan telah 8624 kali berkicauan di Twitter. [nes]


Rmol