Dua Kejanggalan Pencapresan PDIP Untuk Jokowi


PDI Perjuangan resmi kembali mengusung kadernya petahana Presiden Joko Widodo sebagai calon presiden pada Pilpres 2019.
Pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina Hendri Satrio mengatakan ada dua kejanggalan pencapresan PDIP untuk Jokowi.

"Ada dua kejanggalan dalam pencalonan ini," sebut Hendri, Sabtu (24/2).

Pertama, untuk tradisi PDI-P pencalonan ini terlalu dini. Partai pimpinan Megawati Soakarnoputri itu biasanya mengambil keputusan strategis di menit-menit terakhir.

Kedua, pengumuman pencapresan Jokowi dilakukan secara tertutup. Pencapresan Jokowi diumumkan pada forum Rakernas III PDI-P di Bali, Jumat (23/2).

"Untuk sebuah deklarasi pencalonan ini diumumkan tertutup, bahkan Jokowi ngumumin sendiri pencalonan ini," ujar Hendri, Direktur Eksekutif Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi) ini.

Adapun yang pertama mengabarkan pencapresan Jokowi oleh PDIP adalah politisi senior PDI-P sekaligus Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Pramono mengunggah foto deklarasi Jokowi oleh PDI-P melalui akun resmi twitter-nya. [rus]


Rmol