Astagfirullah Pelaku yang Teror Ustad Mengaku Mualaf, Dan Minta Uang


Polsek Tambun mengamankan Muhammad Fajar Wibowo Putra, 35, diduga melakukan aksi teror terhadap ustad di Kampung Gudang RT: 01/02, Desa Karangsatria, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. Pelaku meneror warga untuk mendapatkan uang.

Pelaku bersama WN, 14, ditangkap Polsek Tambun pada Rabu (21/2) pagi. Di hadapan penyidik, pelaku mengaku meneror ustad untuk mendapatkan uang. Dia juga mengaku sebagai mualaf agar mendapat simpatik dan rasa iba dari ustad serta warga.

“Jadi modusnya pelaku ini mengaku menjadi mualaf dan mendatangi masjid dan DKM. Dia meminta uang, alasannya untuk pulang ke Medan,” kata Kapolres Metro Bekasi Kombes Candra Sukma Kumara, saat gelar perkara, Kamis (22/2).

Candra mengatakan, saat mendatangi Masjid Jami Al-Qursiah, Desa Karangsatria, Kecamatan Tambun Utara, pelaku meminta uang dengan alasan untuk pulang ke Medan. Namun, karena tidak diberi, pelaku meneror Ustad Ridwan Syakir dengan memaki-maki.

“Jadi saat pelaku marah-marah dan mengeluarkan kata-kata kasar itu terdengar oleh santri Ustad Ridwan. Mereka kemudian mengamankan pelaku,” katanya.

Di hadapan penyidik, pelaku mengaku sudah melakukan penipuan dengan modus tersebut di beberapa daerah selain di Bekasi. Seperti di Jambi, Palembang, Medan, dan Surabaya.

“Pelaku selalu pindah-pindah masjid sambil membawa surat keterangan mualaf. Pelaku juga membawa seorang anak (WN) yang diketahui juga sebagai korban penculikan,” ujarnya.

“Namun kami pastikan kalau pelaku ini bukan orang gila. Jadi jangan termakan isu yang belum tentu benar. Di Tambun Utara ini kami pastikan bukan orang gila, dan tidak ada ancaman yang diterima ustaz,” lanjutnya kepada Pojokjabar (Jawa Pos Group).

(dna/JPC)

JAWAPOS