Astagfirullah, Hendak Advokasi Istri MJ, Tim Pembela Kemanusiaan Dihadang Warga


Para advokat yang tergabung dalam Tim Pembela Kemanusiaan (TPK) hari ini berencana mendatangi rumah istri Muhammad Jefri di Indramayu. Namun, ketika memasuki gang yang menuju rumah istri Jefri, anggota TPK dicegat oleh orang yang mengaku warga setempat.

“Kami sudah masuk ke gang di mana mereka (keluarga istri Jefri.red) tinggal, tiba-tiba ada kendaraan seseorang menggunakan sepeda motor menghadang kami. Jumlahnya tidak sampai sepuluh orang” kata ketua TPK, Trisno Raharjo saat dihubungi Kiblat.net pada Rabu (21/02/2018).

Ia juga membenarkan bahwa beberapa orang yang menghadang mengenakan penutup muka. “Yang menghadang saya kira tidak menggunakan topeng, tapi penutup muka. Ada beberapa yang tidak menggunakan penutup muka juga. Kalau saya ke sana lagi, saya mungkin masih kenal,” terangnya.

Ia menjelaskan, saat itu juga advokat dari TPK kemudian diminta kartu identitas. Bahkan, orang yang menghadang melakukan pemaksaan.

“Saat itu kami diminta identitas. Kami sempat menolak, kemudian yang terjadi adalah pemaksaan. Tapi kami tidak mau ribut, maka kami berikan kartu identitas. Karena kartu identitas saya menunjukkan saya warga Muhamamdiyah, akhirnya berkembang Muhammadiyah yang dihadang,” tuturnya.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa permintaan kartu identitas merupakan bukan kapasitas orang tersebut. Sebab, mereka bukanlah aparat, meskipun mengaku sebagai warga.

“Mereka tidak punya hak untuk meminta kartu identitas. Bukan kapasitas mereka. Dan penghadangan ini bentuk pelanggaran HAM” tukasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar


Kiblat