Aneh !! Penyidik Polri Jadi Saksi Fakta, Pengacara Ustad Alfian Tanjung Heran


Persidangan pengamat Komunisme, Alfian Tanjung kembali digelar pada hari ini, Rabu (21/02/2018). Kali ini jaksa penuntut umum menghadirkan lima saksi. Empat saksi ahli dan satu saksi fakta.

Saksi fakta yang dihadirkan adalah Davit Permana. Davit merupakan penyidik yang memeriksa Alfian Tanjung pertama kali. Sontak tim penasihat hukum Alfian Tanjung keberatan. Karena seharusnya penyidik menjadi pihak yang independen dan tidak menjadi saksi fakta yang memberatkan terdakwa.

“Dia (penyidik.red) kok bisa jadi saksi. Dia posisinya sebagai apa di sidang ini?,” kata Muhammad Al-Katiri.
Meski demikian, Majelis Hakim tetap memperbolehkan Davit menjadi saksi setelah dia menekankan posisinya dalam persidangan. “Di persidangan merupakan saksi dan bukan sebagai penyidik,” tekan Davit.

Dalam kesaksiannya, Davit membenarkan pengakuan bahwa Alfian Tanjung bahwa cuitannya di sosial media Twitter berdasarkan kata-kata Ribka Tjibtaning Proletariati yang menyatakan bahwa terdapat 20 juta kader PKI yang mendukung PDIP.

Akan tetapi ketika ditanya oleh tim penasihat hukum apakah Ribka Tjibtaning juga dipanggil untuk diperiksa, Davit menjawab bahwa dirinya tidak memanggil Ribka.

“Kami tidak memanggil,” kata Davit.

Hal ini menurut tim penasihat hukum Alfian Tanjung, berarti Davit sebagai penyidik mengabaikan bukti dan kurang mendalami keterangan yang disampaikan Alfian Tanjung dan hanya berdasarkan data dari pelapor.

Davit beralasan bahwa dirinya hanyalah penyidik pembantu dan tidak mendapatkan instruksi untuk memperdalam penyidikan dengan memanggil Ribka.

“Tidak ada (perintah untuk memanggil Ribka.red),” ujar Davit dalam persidangan.

Reporter: Qoid
Editor: Izhar Zulfikar

Kiblat