2 Pondok Pesantren di Kalsel di Intai Drone 3 Malam berturut-Turut


Setelah ramai aksi teror mengincar tokoh agama dan ulama di Pulau Jawa, kini giliran 2 pondok pesantren di Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, di intai drone misterius selama tiga malam berturut-turut.

Kemunculan drone misterius memantau dan mengelilingi Ponpes Ibnul Amin dan Ponpes Muhajirin di Desa Pemangkih tersebut membuat resah resah para santri, ustadz, serta kalangan ulama setempat.

Peristiwa ini terungkap dalam Forum silaturahmi dan dialog Polres HST, Kodim 1002 Barabai, Forkominda dengan para habaib, ulama, pemimpin pondok pesatren dan pemimpin majelis taklim se-Kabupaten HST, Kamis (22/2) kemarin.


Ustadz Barmawi, dari Ponpes Ibnul Amin, di Desa Pamangkih, Kecamatan Labuanmas Utara, Hulu Sungai Tengah, menuturkan bahwa baru-baru tadi, tepatnya tadi malam (Rabu 22/02 malam) Pamangkih, sekitar pukul 20.00 Wita, waktu salat isya, ada kamera drone misterius yang mengintari Ponpes Muhajirin (cabang Ponpes Ibnul Amin Pamangkih). Para santri pun terus memantau.

“Namun, kemana turunnya, drone tersebut, santri kami tak bisa mengejar. Ini terjadi tiga malam berturut-turut. Bahkan ada yang dioperasikan pukul 02.00 wita. Kami kesulitan melacaknya, karena setelah mengintari Ponpes, drone itu menghilang di kegelapan malam,” tutur ustadz Barmawi.

Tak hanya di Ponpes Muhajirin, jelas Ustadz, tapi kamera tanpa awak itu juga mengintari Ponpes Ibnul Amin, sebanyak tiga kali.

“Santri kami resah. Apalagi, Ahad (18/02) tadi, ada sebuah mobil jeep hitam dengan pelat DA 7575 AB, menanyakan kepada warga di mana pengasuh ponpes, berapa jumlah santri dan jumlah ustadznya. Kejadiannya depan Ponpes Muhajirin,”katanya.

Kami berharap agar aparat keamanan membantu kami untuk masalah ini,” kata ustadz Barmawi.

Menanggapi informasi tersebut, Kapolres HST AKBP Saban Atmojo menyatakan, mulai Kamis malam ini, melaksanakan patroli bersama TNI, ke Ponpes-ponpes.

“Kami tak mau meremehkan informasi ini. Mulai malan nanti, kami akan keliling pesatren-pesantren, dengan membentuk tim untuk bagi-bagi wilayah,” kata Kapolres.

Sementara itu, Kasdim 1002 Barabai, Mayor Inf Pahrijani mengatakan, di semua kecamatan, ada Koramil dan di desa-desa ada Babinsa.

“Intinya, jika menemukan sesuatu, kami siap dihubungi dan menindak lanjuti, kapanpun 24 jam, termasuk membantu keamanan. Saya sendiri, on call 24 jam karena telepon genggam saya tak pernah mati dan selalu ada dekat tempat tidur,” ujar Kasdim. (Tn/Ram)


eramuslim