Wow...Si Manis Melon Ternyata Bahan Baku Obat Antinyamuk Loch


Buah melon merupakan komoditas pertanian yang punya nilai ekonomis cukup tinggi dan rasanya manis. Namun siapa sangka buah ketika sudah matang berwarna kuning itu bisa dijadikan bahan baku obat, termasuk untuk bahan obat antinyamuk.

Masih tingginya penderita demam berdarah (DBD) yang terjadi di Indonesia mendorong Fakultas Biologi UGM mengembangkan buah melon menjadi bahan baku obat antinyamuk.

“Fakultas Biologi UGM berhasil mengembangkan tanaman melon yang berpotensi digunakan sebagai bahan obat antinyamuk yaitu Gama Melon Parfum,” jelas Dekan Fakultas Biologi UGM, Budi Setiyadi Daryono, Rabu 7 Desember 2016.

Gama Melon Parfum ini merupakan kultivar melon baru yang berhasil dikembangkan Fakultas Biologi UGM. Penelitian kultivar melon baru ini berlangsung sejak 2011 diketuai oleh Budi Setiyadi Daryono.

Menurut Budi, Gama Melon Parfum memiliki ukuran kecil dengan berat rata-rata 200-350 gram. Melon ini memiliki ornamen kulit buah yang unik menyerupai batik, menghasilkan aroma harum, hanya saja rasa buahnya pahit.

"Gama Melon Parfum mengandung flavonoid dan terpenoid yang tinggi. Kedua senyawa tersebut terbukti ampuh untuk membunuh jentik nyamuk," jelasnya.

Selain itu, dengan kandungan volatile yang tinggi, menjadikan melon tersebut memiliki aroma yang wangi. Aroma ini tidak disukai oleh nyamuk sehingga bisa dimanfaatkan untuk obat antinyamuk.

Dari hasil uji efektivitas ekstrak buah Gama Melon Parfum terhadap nyamuk demam berdarah, diketahui persentase rata-rata daya proteksi terhadap nyamuk dari ekstrak kulit dan dan daging buah sebesar 95,61 persen dan 99,35 persen.

“Ini membuktikan bahwa Gama Melon Parfum sangat potensial dikembangkan menjadi lotion antinyamuk maupun dijadikan serbuk pengganti abate (bahan kimia sintetik yang dapat menyebabkan potensi resistensi pada nyamuk),” jelasnya.

Gama Melon Parfum ini tidak hanya terbukti ampuh untuk digunakan sebagai antinyamuk. Namun, penggunaan melon ini dapat menjadi alternatif obat antinyamuk yang ramah lingkungan.

Budi Daryono menuturkan, Fakultas Biologi UGM terus mendorong penelitian dan penciptaan berbagai inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, industri, dan kepentingan nasional, termasuk dalam bidang biomedis.

“Riset terus kita perkuat dan mendorong Fakultas Biologi menjadi Innovative Faculty serta menjadi pusat unggulan dalam pemanfaatan dan pelestarian keanekaragaman hayati tropika,” katanya.

Sumber: viva