Singgung Cak Imin, Allisa Wahid Sebut hingga Akhir Hayat Gus Dur Masih Bilang 'Imin Gak Iso Dijarno'


Putri sulung Presiden RI keempat Abdurrahmad Wahid atau yang kerap disapa Gus Dur, Alissa Wahid turut angkat bicara mengenai konflik Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dengan mendiang ayahnya.

Pantauan TribunWow.com, hal tersebut tampak dari akun Twitter @AlissaWahid yang diunggah pada Jumat (13/4/2018).

Awalnya, kader Gus Dur Priyo Sambadha mengatakan jika dirinya sebagai saksi hidup konflik antara Cak Imin dengan Gus Dur.


Menurutnya, Gus Dur dipecat sebagai Ketua Dewan Syuro PKB oleh Ketua Umum PKB saat ini, Cak Imin.

Ia juga mengungkapkan jika Gus Dur terus bersedih hingga akhir hayatnya atas kejadian itu.


@PSambadha: Bukan Fiksi: Ada konflik PKB antara Gus Dur dan Muhaimin.

Gus Dur dipecat sbg Ketua Dewan Syuro PKB oleh Muhaimin dkk.

Setelah itu Gus Dur bersedih hingga akhir hayat beliau. Ini fakta dan saya saksi hidup. Ttk

Postingan itu kemudian dikomentari oleh Malik melalui akunnya @maliklentera.

Ia menanyakan apakah Gus Dur benar-benar bersedih atau ini hanyalah perkiraan Priyo semata.

@maliklentera: Apakah "Gus Dur bersedih hingga akhir hayat" itu nyata atau perkiraan perkiraan anda?


Menanggapi pertanyaan Malik, Alissa Wahid akhirnya turut memberikan jawaban.

Alissa mengaku jika dirinya menjadi saksi hidup hal itu.

Jika sampai akhir hayat, bahkan 3 minggu sebelum mendiang Gus Dur wafat, ia masih mengatakan jika Cak Imin tidak bisa dibiarkan.

Alissa juga mengungkapkan kekecewaannya atas pertanyaan Malik.

@AlissaWahid: Saya saksinya. Sampai akhir hayat. 3 minggu sebelum wafat pun masih bilang "Imin gak iso dijarno" (Imin tak bisa dibiarkan-red).

Saya kecewa dg sampeyan mas, bisa bertanya seperti itu.

Sampeyan bisa di PKB tanpa harus menafikkan fakta ini lho. Seperti gus @yusuf_ch.


Alissa kemudian menyatakan jika dirinya bukanlah seorang politisi.

Ia hanya anak dari Gus Dur yang pejuang, bukan Gus Dur yang politisi.

Alissa juga mengaku jika dirinya tak punya urusan dengan PKB yang saat ini berada di bawah naungan Cak Imin.

Alissa keberatan jika sosok Gus Dur akhir dikapitalisasi hanya demi kepentingan politik.

Berikut postingan Alissa Wahid terkait hal itu.

"Saya bukan orang politik.

Saya anak ideologis utk Gus Dur yg pejuang rakyat, bukan Gus Dur yg politisi.

Karena itu saya tidak punya urusan dg PKB.

Tapi saya keberatan kalau figur GD dikapitalisasi hanya utk kepentingan politik praktis.

Itu menghina GD.

Murid Gus Dur sejati itu banyak.

Contohnya kyai Imam Azis atau mba Ciciek Farkha.

Menegakkan prinsip kemanusiaan & keadilan. Bekerja demi umat di manapun arena yang dipilihnya.

Bukan menggunakan sosoknya utk rebutan kekuasaan.

Ada kawan2 bisiki saya, ini konflik internal jangan dibawa keluar.

Nanti NU pecah. Saya: "kalau begitu sampaikan pada kawan2 politisi itu, ayo sama2.

Jangan bawa nama GusDur ke luar.

Itu saja kok."

Masa mereka mlekotho nama GD dibiarkan, kami menjaga namanya justru ditegur.

Kalau jadi landasan gerak, monggo.

Kalau jadi instrumen kampanye, tidak layak.
Apakah mereka membela kaum mustadh'afin sehari2nya?

Di mana mereka saat kelompok-kelompok spt ahmadiyah ditindas?

Kenapa nama-gambar GD muncul rame hanya jelang pemilu?

Saya sih tidak pusing orang2 mau bilang apa. Sikap saya 100% bertumpu pada apa yg diucapkan Gus Dur KEPADA SAYA soal PKB.

Saya juga ndak punya kepentingan thd PKB menang/kalah.

Cuma minta Gus Dur tidak dijadikan komoditas kekuasaan. Sudah, itu saja.

Perseteruan politik itu biasa. Lazim.

Tapi mbok jangan lalu mengaku yg paling tawadhu, terus menjual nama Gus Dur.

Keliatan dari apa? Dari ramai nama & gambar beliau disebut hanya saat ada hajatan politik.
Bukan saat ada rakyat yg harus dibela," tulisnya.


Seperti diketahui, saat ini Cak Imin tengah gencar mempromosikan diri sebagai cawapres Jokowi.

Ia bahkan telah membuat posko JOIN (Jokowi-Muhaimin).

Cak Imin mengaku jika para pendukungnya diberbagai daerah telah mulai bergerak terkait hal ini.

"Dengan mengucapkan bismillah, saya buka Posko JOIN hari ini," kata Cak Imin, Selasa (10/4/2018).

Selain membuka posko JOIN, Cak Imin juga menyatakan jika pada Pilpres 2019 mendatang, resmi mengusung pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Cak Imin.

"PKB pada Pilpres 2019 mendatang akan mengusung pasangan Pak Joko Widodo dan Muhaimin Iskandar.

yang disebut psangan JOIN.

JOIN akan kita sosialisasikan ke seluruh masyarakat, JOIN akan kita sowankan kepada seluruh rakyat, JOIN Jokowi-Muhaimin akan menjadi tema perjuangan kita sampai Pilpres 2019 nanti," ujar Cak Imin.

Ia pun optimis akan menang dalam Pilpres 2019 nanti. (TribunWow.com/Lailatun Niqmah)