SDA Dikuasai Asing, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko Malah Bilang Begini


Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko menjawab beberapa pertanyaan.

Moeldoko menjawab pertanyaan mengenai kekhawatiran rakyat Indonesia akan Sumber Daya Alam Indonesia.

Banyak yang menganggap jika sumber daya alam manusia akan dikuasai oleh asing.

Moeldoko sendiri, lewat tulisan di akun Facebooknya menjelaskan jika SDA Indonesia sudah dikuasai oleh asing.

SDA Indonesia sudah dikuasai oleh asing sejak dahulu.

Mereka yang mengkhawatirkan hal tersebut dinilai tidak logis oleh Moeldoko.

"Kalau ada orang yg bilang SDA dikuasai asing, sya tegaskan itu sudah dari dulu.... Jadi orang itu ngomongnya tidak logis," tulis Moeldoko lewat akun Facebook resminya, Senin (16/4/2018).

Moeldoko berbicara seperti itu lantaran semuanya berdasarkan data.


Ia memiliki beberapa bukti yang bisa menjelaskan tulisannya tersebut.

Tak hanya itu, penguasaan SDA Indonesia oleh asing juga mulai menurun 0,02.

"Ada data-data kita bicara, dan ada indeks gini rasionya, sudah mulai menurun dari 0,41 menjadi 0,39 sekarang," pungkasnya

Netter yang membaca tulisan Moeldoko kemudian memberikan tanggapannya lewat kolom komentar.


@Utami Untoro: Yang pasti kita semua harus kembali pada Jiwanya Bangsa Indonesia.

@Lukito Henry: Hanya orang sirik yang selalu mengucap hoax. Benar pak Moel semua harus diluruskan kembali. Sudah terlalu lama orang2 miring itu bermain dg hoax. Sudah saatnya diluruskan dan Indonesia segera maju. Kami dukung pak Jendral.

@Gatut Bramantio: Benar bapak, mereka selalu asal bicara dan tanpa data.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menuliskan jika SDA Indonesia banyak dikuasai oleh asing.

Fadli menuliskan lewat akun Twitternya jika negara banyak utang dan SDA yang dikuasai oleh asing akan membuat negara menuju kebangkrutan.

"Indonesia menuju kebangkitan atau kebangkrutan tergantung pemimpinnya.

Klu byk ngutang n sumber daya alam dikuasai asing ya menuju bangkrut," tulis Fadli.

Hal tersebut diperbincangkan setelah Presiden Joko Widodo menyebut jika SDA tak menjamin kesejahteraan rakyat. (*)



tribunnews