Reaksi Rocky Gerung Saat Dituding Sebagai Orang Bayaran Cikeas Gara-gara Tak Kritisi SBY


Rocky Gerung angkat bicara usai dituding sebagai orang bayaran Cikeas.

Pantauan TribunWow.com, hal itu ia sampaikan melalui akun Twitternya yang diunggah pada Minggu (15/4/2018).

Awalnya, Rocky Gerung ditanya apakah dia orang partai.


@Rakyat_Kerikil: Prof @rockygerung siapakah anda?
Seketika booming dan memukau dalam berbagai analisis?
Prof, pernah masuk anggota partai? atau ada partai yg pernah melamar?

Menanggapi hal itu, ia menjawab jika dirinya bukanlah orang partai.

Dosen Universitas Indonesia (UI) ini mengatakan jika banyak parpol yang melamarnya untuk bergabung.

@rockygerung: Saya tak pernah masuk partai. Yg melamar banyak.

Jawaban Rocky Gerung tersebut kemudian mendapat komentar dari @MonyongPutih yang menanyakan kenapa ia tak pernah kritisi SBY.


Akun tersebut juga mengungkapkan akhirnya muncul banyak spekulasi jika dia adalah orang bayarannya Cikeas (SBY-red).

@MonyongPutih: Prof, Banyak yg bertanya kenapa anda tdk pernah kritis seperti sekarang ini kepada pemerintahan nya pak SBY?

Karenanya mereka menduga anda itu org bayarannya cikeas. Apa tanggapan anda?


Mendapat tuduhan seperti itu, Rocky Gerung pun memberikan klarifikasi.

Ia mengungkapkan jika pada era SBY, sindirannya lebih keras dari era Jokowi saat ini.

@rockygerung: Bahkan satire saya jaman SBY lebih dari sekarang.


Diketahui, Rocky Gerung menjadi sorotan publik usai mengungkapkan jika kitab suci adalah fiksi dalam acara ILC, Selasa (10/4/2018).

"Saya mulai pelan-pelan buat nyari cara, asal usul dari masalah ini adalah fiksi atau fakta, dan itu sebetulnya permulaan yang buruk, karena saat kita sebut kata fiksi dikepala kiita adalah fiktif, fiction itu adalah kata benda selalu ada pengertian literatur di dalam kata fiksi, karena diucapakan di sebuah forum politik, maka dia dianggap sebagai buruk," kata Rocky Gerung.

"Fiksi itu sangat bagus, dia adalah energi untuk mengaktifkan imajinasi, itu fungsi dari fiksi, dan kita hidup di dunia fiksi yang lebih banyak daripada di dunia realitas, fiksi lawannya realitas bukan fakta," ujarnya.

"Jadi kalau anda bilang itu fiksi dan kata itu menjadi penyoratif, jadi anda tidak memperbolehakn anak anda membaca fiksi karena sudah dua bulan ini kata fiksi sudah menjadi kata yang buruk," sambungnya.


"Kitab suci itu fiksi bukan? siapa yang berani jawab,"kalau saya berbicara bahwa fiksi itu adalah imajinasi, kitab suci itu adalah fiksi, karena belum selesai,belum tiba, babat tanah jawi itu fiksi," tanya Rocky.

"Fiksi adalah energi yang dihubungkan dengan telos, dan itu sifatnya fiksi. Dan itu baik. Fiksi adalah fiction, dan itu berbeda dengan fiktif," imbuhnya.

"Kalau saya pakai definisi bahwa fiksi itu mengaktifkan imajinasi, maka kitab suci itu adalah fiksi," ucapnya.

Rocky Gerung menyebutkan jika fiksi itu kreatif, sama seeprti orang beragama yang terus kreatif dan menunggu telosnya (akhir, tujuan, sasaran-dalam bahasa Yunani). (TribunWow.com/Lailatun Niqmah)