Permasalahkan Spanduk Habib Rizieq-Nur Supriyanto, Kader Golkar Dipolisikan Korlabi


 Koordinator Pelaporan Bela Islam KORLABI, DH Lubis melaporkan salah satu kader Golkar Bekasi atas dugaan ujaran kebencian, Senin (2/4) kemarin. Hal ini bermula pada saat terlapor Aritha Tarigan alias Castro selesai membuat laporan di Panwas Kota Bekasi.

Dalam wawancara dengan awak media, Terlapor mengungkapkan dugaan ujaran kebencian dimana ia mengatakan “… Isi seruan memecah belah masyarakat, dan juga pembohongan publik”.

Sebagaimana dikatahui telah beredarnya spanduk dengan foto Habib Rizieq Syihab dan Calon Wali Kota Bekasi Nur Supriyanto dengan mengutip ucapan Habib Rizieq, “Saya titipkan warga muslim Bekasi kepada Nur Supriyanto”.

DH Lubis menyesalkan atas ucapan Terlapor yang menurutnya gagal paham dan tidak paham apa yang ada dalam kutipan kata tersebut sehingga berani-beraninya mengucapkan di hadapan publik, statemen tersebut secara serampangan dengan kata memecah belah masyarakat dan pembohongan publik.

“Justru statemen terlapor (Castro) yang dapat memicu hal tersebut,” ujar DH Lubis.

DH Lubis juga menyayangkan statemen Terlapor yang menyatakan “…jangan agama dijadikan alat politik, Agama boleh jadi panutan tapi tidak boleh dijadikan alat Politik”.

“Atas dasar statemen tersebut, sudah jelas maksud dan tujuan Terlapor adalah merendahkan agama dan ulama,” jelas DH Lubis.

Oleh karenanya, DH Lubis menjerat Terlapor dengan pasal berlapis yakni pasal 310 ayat (1) KUHP, 156 KUHP, Pasal 28 ayat (2) UU ITE, Pasal 4 dan 16 UU 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

DH Lubis juga mengimbau agar pihak-pihak yang tidak suka terhadap Ulama agar segera bertaubat dan belajar sejarah kembali soal bagaimana perjuangan kemerdekaan bangsa ini tidak bisa lepas dari peran dan pengorbanan para Ulama. (*/ls)