Ketua MUI: Makarel Bercacing Tidak Ada Masalah dari Segi Halal


Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma’ruf Amin mengatakan makarel bercacing dalam kemasan kaleng tidak masalah dari segi halal. "Kalau dari segi halalnya kan tidak ada masalah. Tapi dari segi amannya yang tidak aman karena mengandung cacing," kata Ma'ruf di Kompleks Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, 2 April 2018.

Ma'ruf mengatakan sertifikat halal biasanya dikeluarkan setelah produk tersebut lolos penilaian Badan Pengawas Obat dan Makanan dari segala aspek. "Kita menyebutnya halal dikeluarkan sesudah yang namanya tayib. Yang artinya tayib itu tidak ada masalah dari segi aspek-aspek, itu dikeluarkan oleh BPOM, baru diproses halalnya," kata dia.


Sebanyak 27 merek produk ikan makarel positif mengandung parasit cacing. Ke-27 merek itu terdiri atas 138 bets ikan makarel kalengan. Sebanyak 16 merek di antaranya merupakan impor dan 11 lainnya merupakan produk lokal.

Menurut Ma’ruf, dalam proses pemberian label halal, MUI akan memberikan penilaian dari zat yang terkandung di dalam produk tersebut. Untuk makarel kaleng, dia mengatakan ikan merupakan daging yang halal untuk dimakan.


Ma'ruf mengatakan rekomendasi pencabutan sertifikasi halal kepada BPOM bisa saja dilakukan, jika cacing dalam makarel kaleng itu terbukti berbahaya. Namun, sebelum memutuskan itu, ia berencana meminta pendapat dari sejumlah ahli.

"Kami minta pendapat dulu, bahaya enggak ada cacingnya. Kalau bahaya, ya kita cabut (label halal)," ujarnya.

BPOM telah menginstruksikan pemberhentian proses impor sementara terhadap produk-produk makarel bercacing. Pemberhentian impor ini dilakukan hingga ada audit dan pengujian sampel yang lebih besar lagi.


tempo