Ibas: Aneh bin Ajaib Persaingan Masa kini Dokter Terawan Seharusnya Dapat Tanda Jasa, Bukan Dipecat!


Pemecatan Mayor Jenderal (Mayjen) TNI dr Terawan Agus Putranto dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) diharapkan tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. Khususnya, bagi ribuan pasien yang telah menjalani pengobatan dengan metode yang digunakan dr Terawan.


Ketua Fraksi Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono mengaku heran dengan pemecatan tersebut. Apalagi, Dokter Terawan terkenal sebagai dokter yang tidak doyan duit dan memiliki pasien penderita stroke lebih dari 40 ribu orang.

"Jika benar seperti ini, sungguh terlalu! Semestinya Dokter Terawan dapatkan gelar tanda jasa, bukan justru dipecat. Aneh bin ajaib persaingan masa kini," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/4).

Ibas, sapaan akrabnya, berharap penyelesaian masalah ini bisa menjadi momentum kemajuan di dunia kedokteran. Dalam hal ini, organisasi profesi IDI harus tetap menjalankan fungsi dan perannya bersama pemerintah, menciptakan inovasi pengobatan pasien yang efisien, aman dan terjangkau untuk masyarakat Indonesia.

"Dengan kata lain, teknik dan metode pengobatan yang dikembangkan dokter Terawan harus bisa dikembangkan secara ilmiah dan sesuai dengan SOP dunia kedokteran," harap bungsu dari Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

Ibas juga meminta IDI untuk memberi penjelasan secara menyeluruh mengenai alasan di balik pemecatan dokter Terawan karena sudah terlanjur menjadi konsumsi publik.

"Jangan sampai ini menjadi bola liar di masyarakat, akibatnya nanti masyarakat tidak lagi percaya dengan profesi dokter yang baik dan punya jiwa melayani," tutupnya. [ian]