Gerakan #2019GantiPresiden Sebuah Peringatan Dini Bagi Jokowi


Gerakan #2019GantiPresiden yang ramai dalam beberapa hari terakhir di media sosial dinilai bisa menjadi energi positif untuk kehidupan demokrasi Indonesia. Selain itu, keberadaan gerakan ini jadi bukti bahwa iklim demokrasi masih berjalan sehat karena warga masih bisa bebas bersuara.

Pengamat politik Hendri Satrio mengatakan, adanya gerakan seperti ini patut diambil dari sisi positifnya.

"Gerakan ini harus diambil positif dan disyukuri oleh masyarakat Indonesia karena ketakutan soal politik orba atau rezim otoriter hadir di negeri ini tidak terjadi," kata Hendri kepada CNNIndonesia.com, Rabu (4/4).


Selain itu, menurut pendiri lembaga survei KedaiKopi ini, gerakan tersebut menandakan jika Indonesia tak akan kehabisan pemimpin.

Gerakan ini sekaligus memperlihatkan jika Indonesia memiliki pemimpin alternatif yang siap mengganti kekurangan ataupun kesalahan yang dilakukan Presiden Joko Widodo.

Di sisi lain, gerakan #2019GantiPresiden juga bisa dijadikan booster pembangunan yang sudah dijanjikan oleh Pemerintahan Jokowi. Namun jika gagal, maka gerakan itu akan berhasil.

"Jadi kalau Jokowi tidak cepat memenuhi janjinya, masyarakat sudah siap memilih calon alternatif untuk menggantinya," tegas Hendri.


Lebih lanjut, Hendri juga mengakui jika gerakan yang disebut-sebut dipelopori oleh politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera itu akan efektif hingga pemilihan presiden (pilpres) 2019 mendatang.

Menurut Hendri amunisi gerakan #2019GantiPresiden tidak akan habis meski sudah digelorakan sejak dini. Gerakan ini akan langgeng beriringan dengan segala peristiwa yang terjadi di tahun politik.

"Misalnya nanti ada infrastruktur roboh atau Bahan Bakar Minyak (BBM) naik lagi, gerakan atau tagar itu bisa dihubungkan dan digunakan secara efektif untuk menghajar Jokowi hingga pilpres," kata Hendri.


Sebelumnya, gerakan ini pertama kali diramaikan oleh Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. Melalui akun twitternya Mardani menegaskan gerakan #2019GantiPresiden merupakan gerakan yang sah, legal, dan konstitusional







Menurut Mardani gerakan ini merupakan pendidikan politik bagi rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi untuk memilih yang terbaik. Namun belakangan, setelah 'Gerakan 2019 Ganti Presiden' viral di media sosial, kini muncul dan beredar luas kaus bertuliskan '#2019GantiPresiden'. Kaus ini juga banyak dijual di situs-situs online.

cnn