Dipicu Kelangkaan Elpiji, Bentuk TPID


Kesulitan elpiji sempat dirasakan beberapa hari lalu membuat Pemkab Bojonegoro bergegas membentuk tim pengendali infl asi daerah (TPID). Tujuannya, untuk mengantisipasi lonjakan harga dan kelangkaan barang, khususnya bahan pokok. Apalagi dalam waktu dekat memasuki bulan Ramadan. “Rabu ini kita akan rapat terkait TPID,” kata Kabag Perekonomian Pemkab Bojonegoro, Rahmat Junaidi minggu (15/4) Dia menjelaskan, adanya informasi terkait kelangkaan elpiji beberapa hari lalu mendorong pemkab bergegas membentuk dan menyiapkan tim pengendali inflasi.

Apalagi sebentar lagi memasuki bulan puasa. ‘’Masih jauh dari bulan puasa saja elpiji sudah sempat langka. Apalagi nanti mendekati puasa. Karena itu jauh-jauh hari pemkab mengantisipasinya,’’ terang dia. Menurut dia, sejumlah pokok tugas TPID meliputi koordinasi ketersediaan barang dan jasa, baik dari sisi produksi maupun distribusi, keterjangkauan harga oleh masyarakat, mencegah kenaikan harga dan melakukan operasi pasar. Juga menjamin kelancaran distribusi sekaligus melakukan komunikasi antar lembaga dan instansi pemerintah maupun non pemerintah.

‘’Fungsi TPID tersebut akan diperjelas seusai rapat,’’ ujarnya. Sebenarnya, kata dia, selain TPID, ada unsur lain yang juga mulai melakukan antisipasi kelangkaan barang. Yakni Satgas Pangan di bawah kendali kepolisian. Hanya, tugas utamanya menjaga keamanan pangan dan barang-barang palsu. Selain itu, tugas Satgas Pangan juga memastikan tidak ada spekulan yang menimbun barang dan mempermainkan harga.

“Ada dua pengelolaan memang. Pertama TPID dipimpin langsung bupati dan Satgas Pangan di bawah kepolisian,” katanya. Terkait kemungkinan adanya spekulan menimbun barang, tambah dia, sejauh ini pihaknya belum mendapat laporan. Namun berbagai kemungkinan tetap bisa terjadi. Terutama masa-masa menjelang bulan puasa. ‘’Kami berharap agar masyarakat kooperatif jika menemukan adanya kejanggalan perihal kelangkaan kebutuhan pokok,’’ pungkasnya.

(bj/zky/feb/faa/JPR)