Dibilang Teroris, Netanyahu Balas Erdogan Sebagai Pembantai


Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Minggu, menuding Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melakukan pembantaian di kota bagian Utara Suriah, Afrin.

Ia membuka sarung tangannya dan menanggapi secara baik kritikan tajam yang dilontarkan Erdogan kepadanya terksit reaksi Israel terhadap long march yang dilakukan warga Palestina di Gaza, Jumat lalu.


"Erdogan tidak terbiasa mendengarkan respon dari orang-orang kepadanya, namun dia harus mulai membiasakan diri, siapapun yang menduduki Siprus Utara, menyerang Kurdi dan membantai warga di Afrin, seharusnya tidak menguliahi kami tentang nilai dan etika," kata Netanyahu.

Dikutip dari laman The Jerusalem Post, Senin (2/4/2018), pada 20 Januari lalu, Turki memulai operasi militer lintas perbatasan melawan Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) di Afrin.

Suatu operasi dimana Turki mendapatkan kecaman dunia internasional yang meluas.

ADVERTISING

inRead invented by Teads
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (HAM), melaporkan bahwa 289 warga sipil telah tewas sejak Ankara memulai operasi militer ini.

Perkiraan lainnya menyebutkan jumlah itu mencapai 510, di tengah tuduhan tembakan artileri Turki yang tidak pandang bulu.

Ada juga laporan, penjaga perbatasan Turki menembak para pengungsi yang nelarikan diri dari pertempuran dan mencari perlindungan di Turki.

Pernyataan Netanyahu merupakan yang terbsru dalam kemarahan ping pong dengan Erdogan yang mengkritiknya pada Sabtu lalu dalam kritikannya terhadap Israel yang telah dilakukan selama bertahun-tahun.

"Saya sangat mengutuk pemerintah Israel atas serangan tidak manusiawi," kata Erdogan terkait insiden Jumat lalu di sepanjang perbatasan Gaza.

Erdogan pun menyindir pihak yang mengkritisi operasi militer negaranya, namun tidak menutup mata atas kejadian kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina.

"Pernahkah anda mendengar keberatan yang layak dicatat atas pembantaian yang dilakukan Israel yang terjadi di Gaza kemarin, dari mereka yang mengkritik operasi (Turki) di Afrin? Ini adalah bukti terbesar dari ketidaktulusan mereka yang terpaku pada (operasi) kami, tapi tidak mengatakan apa-apa tentang Israel yang menggunakan senjata berat untuk menyerang orang-orang yang memprotes tanah mereka sendiri," tegas Erdogan.

Meskipun biasanya Netanyahu mengabaikan sebagian besar pernyataan Erdogan di masa lalu, namun kini ia memilih untuk menanggapi dan mengatakan bahwa komentar Erdogan merupakan lelucon di April Mop.

Ia menuliskan di Twitternya dan menyindir tentara Erdogan, "tentara paling bermoral di dunia, (kami) tidak akan dikuliahi oleh seeorang yang selama bertahun-tahun telah mengebom tanpa pandang bulu terhadap penduduk sipil, rupanya ini adalah cara mereka menandai Hari April Mop di Ankara,".

Erdogan, yang telah membuat komentar keras anti-Israel pada salah satu merk dagang di bawah pemerintahannya dan yang menjadi tuan rumah Kantor Hamas di Turki, membalas tweet Netanyahu dengan menyebut Israel sebagai 'negara teroris' dan Netanyahu seorang 'teroris'.

Menurut Sabah, surat kabar harian berbahasa Inggris di Turki, Erdogan bebrbicara pada pertemuan dengan Partai Keadilan dan Pembangunannya yang berkuasa di provinsi Selatan Adana.

Ia berkata, "saya tidak perlu memberitahu dunia betapa kejamnya Israel, kita bisa melihat apa yang dilakukan negara teror ini dengan melihat situasi di Gaza dan Yerusalem,".

Israel, kata Erdogan, telah melakukan pembantaian di Gaza dan Netanyahu adalah seorang teroris.

Menurur Hurriyet Daily News, Erdogan menyampaikan pernyataan tentang Netanyahu.

"Dia (Netanyahu) mengatakan tentara kami menindas orang-orang di Afrin, Netanyahu, anda sangat lemah dan menyedihkan,".

Erdogan menambahkan bahwa Turki "berurusan dengan teroris, tetapi anda tidak peduli dengan teroris karena anda adalah negara teror,".

Presiden Turki itu melanjutkan kritikannya terhadap Netanyahu.

"Anda tidak populer, jangan membual tentang kepemilikan senjata nukir, saatnya akan tiba ketika senjata-senjata itu tidak berfungsi,".

Meskipun selama bertahun-tahun Netanyahu menganggap penghinaan Erdogan tentang Israel tanpa terlibat konfrontasi, namun kini ia mulai mengubah pola.

Sebagai contoh, setelah Erdogan memimpin paduan suara dari mereka yang mengutuk Amerika Serikat karena mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Desember dan mengkritik bagaimana Yerusalem menangani protes Palestina pada saat itu, Netanyahu mengkritik balik Erdogan.

"Saya tidak terbiasa menerima ceramah tentang moralitas dari pemimpin yang mengebom warga desa Kurdi di negara asalnya, Turki, (pemimpin) yang memenjarakan jurnalis, membantu Iran lepas dari sanksi internasional, dan yang membantu teroris, termasuk di Gaza, membunuh orang yang tidak bersalah, (pemimpin seperti) itu bukan orang yang menguliahi kami,".


TRIBUNNEWS