Denny Siregar Ungkap Tujuan Cyber Indonesia yang Laporkan Rocky Gerung dan Amien Rais ke Polisi


Pegiat media sosial Denny Siregar mengungkapkan tujuan Cyber Indonesia yang belakangan ini melaporkan sosok Rocky Gerung dan Amien Rais.

Dilansir TribunWow.com, melalui akun Facebooknya Denny Siregar yang ia tuliskan pada Minggu (15/4/2018).

Diketahui, tim Cyber Indonesia melaporkan Amien Rais ke Polda Metro Jaya terkait ucapannya yang diduga mengandung ujaran kebencian dan penistaan agama.


Meski demikian Tim Cyber Indonesia akan mempertimbangkan untuk mencabut laporan bila Amien Rais meminta maaf atas ucapannya yang menyebut adanya partai Allah dan partai 'setan'.

Sebelumnya Cyber Indonesia juga melaporkan Rocky Gerung saat diundang di sebuah acara ILC.

Saat itu Rocky Gerung menyebut kitab suci adalah fiksi.

Lantaran aksi yang dilakukan Cyber Indonesia


, Denny Siregar ikut angkat bicara.

Ia menuliskan sebuah catatan tentang tujuan dan gerakan Cyber Indonesia.

"CYBER INDONESIA, PERLAWANAN PARA PENGACARA MUDA...

Amien Rais akhirnya dilaporkan ke polisi karena ucapannya yang menuding "Partai Setan".

Yang melaporkan adalah Aulia Fahmi dari Cyber Indonesia.

Nama Cyber Indonesia menarik perhatian saya belakangan ini. Kelompok ini dibentuk oleh beberapa orang pengacara muda yang resah dengan situasi yang berkembang saat ini. Terutama kelompok yang mengatas-namakan Islam tapi kerjanya sibuk memecah belah.

Di Cyber Indonesia ada Muannas Al Aidid. Ia yang sempat melaporkan Jonru "si cowok di seberang jendela" karena sudah memplesetkan namanya menjadi Aidit, seorang tokoh PKI. Jonru sendiri akhirnya masuk sel karena dakwaan atas fitnah yang ia lakukan di media sosial.


Selain itu, ada juga Jack Boyd Lapian. Jack dikenal karena melaporkan Ahmad Dhani. Ia juga pernah melaporkan Anies Baswedan karena kata "pribumi".

Cyber Indonesia juga melaporkan Rocky Gerung karena mengatakan kitab suci itu fiksi. Ini mungkin sebagai aksi peringatan saja bahwa mereka juga bisa seperti lawannya..

Dari rekam jejaknya, Cyber Indonesia bukan organisasi gertakan belaka. Mereka serius dan konsisten dalam menggunakan hukum sebagai senjata. Bisa jadi ini bagian dari perlawanan mereka terhadap "kubu sebelah" yang dikit-dikit main lapor ke polisi selama ini..

Tapi gerakan Cyber Indonesia juga tidak mudah. Gerakan mereka juga sering dicibir oleh kaum pengaku nasionalis yang menganggap mereka lebay karena ikut-ikutan main laporan. Kaum pasif dan apatis yang bahkan tidak mau bergerak ketika situasi menekan. Beda dengan lawan mereka yang solid dan militan..

Seperti saya pernah bilang, senjata kita sebenarnya sama, tinggal siapa yang mau menggunakannya.

Perlawanan yang berasal dari kegelisahan, mulai muncul dimana-mana. Nanti saya ceritakan bagaimana sineas Indonesia seperti Lola Amaria juga "melawan" melalui film layar lebarnya.

Selamat datang, kaum revolusioner...
Sesungguhnya secangkir kopi dan bendera merah putih yang akan menyatukan langkah kita semua," tulisnya. (TribunWow.com/Woro Seto)