Bosnya Median Bilang, Kelompok Ini Bisa Jadi Penentu di Pilpres 2019


Direktur Riset Media Survei Nasional (Median) Sudarto menyebut kekuatan kelompok alumni aksi damai 212 memiliki andil penting dalam kemenangan figur di pilpres 2019 mendatang. Pasalnya, saat ini figur-figur yang kerap berada di barisan pendukung aksi itu pun terus merangkak naik.

Misalnya saja, Sudarto mengungkapkan, elektabilitas mantan panglima TNI Gatot Nurmantyo saat ini popularitas dan elektabilitasnya cenderung terus mengalami tren kenaikan. Bahkan, Gatot berada di posisi ketiga terbesar yang memiliki tren kenaikan elektabilitas.

“Dari survei kami, nama Gatot Nurmantyo meningkat suaranya dari 5,5 persen di bulan Februari menjadi 7,0 persen di bulan April 2018," kata Sudarto dalam paparannya di Restoran Bumbu Desa, Jakarta, Senin (16/4).

Sementara itu, Sudarto menambahkan, tren elektabilitas Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Zainul Majdi atau dikenal dengan sebutan tuan Guru Bajang (TGB) juga mengalami peningkatan dibanding bulan sebelumnya.

“Elektabilitas TGB berada di posisi lima dari berbagai tokoh nasional lainnya. Meningkat suaranya dari 0,8 persen dibulan Februari menjadi 1,5 persen di bulan April 2018," paparnya.

Sudarto berpendapat, figur-figur yang kerap mendukung aksi 212 membuat daya tarik kepada pemilih yang memiliki rasa yang sama untuk memilih sosok tersebut. Bahkan, jika tokoh 212 kembali membangkitkan isu itu dengan baik, bukan tidak mungkin dapat merubah konstelasi pilpres 2019 mendatang.

"Karena itu kalau isu 212 dapat menjadi pemantik dan pembeda dalam konstelasi 2019, jawabannya pasti iya," tuturnya.

Tergantung bagaimana kubu 212 membangkitkan kembali isunya, kalau mereka mampu membuat demostrasi-demonstrasi yang sifatnya kontinyu seperti DKI Jakarta tapi sifatnya lebih di lebarkan ke seluruh indonesia saya rasa 212 itu jadi penentu kemenangan pilpres 2019.

“Jadi kita lihat apakah senyimin 212 masih bisa lebih ampuh di Pilpres 2019,” pungkasnya.

(aim/JPC)