Anies Temukan Fakta Mengerikan Terkait Penggusuran Kampung Akuarium


Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan menilai imbas penggusuran Pemprov DKI Jakarta pada dua tahun lalu mengakibatkan puluhan warga Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara meninggal dunia.

Menurutnya dalam dua tahun ini ada 24 warga meninggal di tempat tanpa ada perlindungan yang baik.

Anies menjelaskan penyebab meninggalnya warga kampung Akuarium lantaran bertahan di lokasi penggusuran.

“Mereka tidak bisa berteduh dari sengatan matahari dan derasnya hujan setelah rumah mereka dirobohkan menjadi puing-puing. Kalau panas ke panasan, kalau hujan ke hujanan,” ujarnya dalam sambutan acara peringatan penggusuran di Kampung Akuarium, Sabtu (14/4).

Anies menyatakan musibah adanya warga meninggal diketahui dari penduduk setempat yang menceritakan nasib mereka. Ada juga seorang ibu yang menceritakan musibah yang menimpa keluarganya akibat penggusuran.

Ibu tersebut mengaku telah ditinggalkan oleh anak dan suami, sementara seorang anaknya yang lain harus putus sekolah untuk menjaga sang ibu.

“Waktu itu saya kunjungi anaknya masih ada tidak lama kemudian wafat, usianya 23 tahun. Ibu itu kehilangan anak dan suami,” ujar Anies.

“Kalau ditanyakan penderitaan maka cobaan yang dihadapi itu komplit. Ibu mana yang pernah membayangkan melahirkan anaknya lalu menguburkan anaknya? Ga ada. dan ibu ini mengalami dia melahirkan dan dia menguburkan (anaknya),” imbuhnya.

Dua tahun yang lalu, tepatnya pada 11 April 2016 lalu, semasa menjabat sebagai Gubernur, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memerintahkan jajarannya untuk menggusur kampung yang dihuni oleh para nelayan itu.

Ahok ingin menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu akses dan tempat wisata religi di Luar Batang dan Pasar Ikan. Seluruh kawasan masuk dalam proyek revitalisasi kawasan Kota Tua Batavia dan Pelabuhan Sunda Kelapa.[rakyatmerdeka]