Akhirnya Guru Besar UI Angkat Bicara Soal Rocky Gerung Bisa Jadi Dosen Meskipun S1


Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Tamrin Tomagola angkat bicara usai gelar akademis Rocky Gerung menjadi sorotan publik.

Pantauan TribunWow.com, hal tersebut tampak dari unggahan akun @tamrintomagola yang diposting pada Jumat (13/4/2018).

Rocky Gerung mengatakan jika dirinya hanya tamatan S1, meski demikian, ia diminta oleh UI untuk mengajar S1 sampai S3.

Kenapa bisa seperti itu, Rocky Gerung pun meminta publik untuk menanyakan langsung kepada pihak UI.

Tamrin Tomagola kemudian membenarkan hal tersebut dan mengatakan jika secara aktual, Rocky Gerung memang hanya S1.

Akan tetapi, kemampuan akademisnya layak untuk mengajar S3.

Oleh karena itu UI meminta dia mengajar karena kemampuan akademisnya mumpuni.

@tamrintomagola: Secara formal RG memang hanya S 1 tapi secara aktual, kemampuan akademisnya memang layak ngajar S 3.

Sama dgn drs Arbi Sanit, pengamat politik UI hanya S 1 tapi sy minta dia ngajar S 2 karna kemampuan akademisnya memang mumpuni.


Menurutnya, sebagai akademisi, seseorang harus menguasai beberapa hal, dari 'conceptual tools' klasik hingga melakukan proses ulang-alik tataran empirik dengan konseptual.

Tamrin Tomagola mengungkapkan jika Rocky Gerung mumpuni dalam hal tersebut.

@tamrintomagola: Sebagai akademisi seseorg harus menguasai baik 'conceptual tools' klasik dan modern; maupun 'methodological tools' berlandas 'philosophy of science' yg solid;

dan mampu melakukan proses ulang-alik antara tataran empirik dengan tataran konseptual. Ashadi & AS dan RG mumpuni disitu.


Ia pun membantah tudingan jika UI kekurangan dosen karena meminta orang yang hanya tamatan S1 untuk mengajar.

Menurut Tamrin Tomagola, tidak selalu kemampuan akademis dibuktikan dengan tingkatan strata.

Berdasarkan dengan informasi dari rekan profesornya di UI, kontrak mengajar antara UI dan Rocky gerung berakhir pada 2 tahun lalu.

@tamrintomagola: Bukan diberhentikan tapi sudah berakhir kontraknya 2 tahun lalu (Info dri Prof Tutie Herati Rooseno).

Tamrin Tomagola mengatakan bahwa saat ini dan dimulai dari 5 tahun yang lalu, ada kebijakan baru mengenai dosen yang mengajar.

@tamrintomagola: Sekarang sudah lebih dri 5 tahunan ada ketentuan UI: (1) koordinator dan dosen matakuliah S 1 harus paling kurang S 2; (2( Koordinator MK S 2 harus S 3; (3) Dosen S 3 harus S 3.


Ia kemudian menjelaskan dan mencontohkan proses kaderisasi Fisip UI dipantau kemampuannya sejak masih mahasiswa.

@tamrintomagola: Proses kederisasi & regenerasi di FISIP UI terbilang baik: calon dosen dipantau kemampuannya sejak masih mahasiswa, direkrut jadi Asdos, diberi kesempatan mengajar walau belum sarjana.

Dosen utama yg memberi rekomendasi Asdos mana yg mumpuni ngajar.

Tdk semua sarjana mampu.ngajar.

Sementara itu, terkait ujaran yang disampaikan oleh Rocky Gerung, Tamrin mengaku hanya kegenitan intelektual dan tidak terganggu dangan hal ini.

@tamrintomagola: RG memang sering mencederai kepantasan sosial-budaya. Seorg teman menyebut hal itu: kegenitan intelektusl RG. Sy pribadi tidak terganggu dgn kegenitan itu.


Menurutnya, argumen Rocky Gerung sah dan tidak melanggar hukum, karena itu tidak dapat dihukum.

@tamrintomagola: Argumen ilmiah dgn konteks dan sasaran politik. Baik argumen maupun konteks dan tujuannya/sasarannya sah, tidak melanggar hukum dan karna itu tidak dapat dihukum.

Sementara itu, Rocky Gerung sendiri mengaku tidak pernah mengambil gajinya selama mengajar di UI.