Toleransi di Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal


Suara azan dari pengeras suara Masjid Istiqlal berkumandang. Umat muslim mengenakan baju koko dengan celana panjang ataupun sarung mulai memasuki kawasan masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Selang beberapa menit kemudian, terdengar Sabda Tuhan yang dilantunkan oleh lektor Gereja Katedral yang berlokasi di seberang Masjid Istiqlal.

Secara bersamaan dua rumah ibadah beda agama tersebut melaksanakan ibadah saling bersamaan. Masjid Istiqlal melaksanakan ibadah Salat Jumat dan Geraja Katedral melaksanakan ibadah Jumat Agung.

Ketika lektor gereja memandu jemaah menyanyikan lagu-lagu pujian diseberang sana khotib Masjid Istiqlal juga menyampaikan khotbah Jumat.

Suara lektor dan khotib dari pengeras suara dari kedua tempat ibadah tersebut saling bersahutan dan terdengar jelas. Namun, pelaksanaan ibadah keduanya tetap berjalan dengan khidmat.

Tak hanya itu, kendati beda keyakinan dua rumah ibadah tersebut memperlihatkan toleransi.

Seperti halnya dengan Masjid Istiqlal yang mempersiapkan lahannya untuk menempatkan kendaraan untuk para umat Kristiani yang beribadah di Gereja Katedral.

"Memang biasanya parkir itu disediakan (Masjid Istiqlal) karena kami tidak punya lokasi parkir. Biasanya untuk pelaksanaan ibadah yang kedua dan terakhir (pukul 15.00 WIB dan 18.00 WIB)," kata Humas Gereja Katedral, Susyana Suwadie di Gereja Katedral, Jakarta, Jumat (30/3/2018).


merdeka