Tegas, Gatot: “Pemimpin Yang Tidak Amanah, Tidak Lurus, akan Masuk Neraka!”


Jenderal TNI Gatot Nurtmantyo rupanya mendapat tempat khusus dimata para ulama Indonesia, berbagai kegiatan keagamaan islam yang dilakukan oleh pesantren dan juga ulama, selalu berusaha untuk mengundang Jenderal yang dikenal memang sangat rajin menjalankan shalat lima waktu, walaupun sedang melakukan kegiatan kemiliteran.

Kali ini yang menjadi tujuan adalah Pulau Madura, Bangkalan dan Sampang. Gatot bahkan menyempatkan diri untuk mengunjungi KH. Hamidi Wahab yang merupakan cicit dari Syeikh Kholil Bangkalan. sebelum menlanjutkan perjalanan menuju lokasi acara di Pesantren Al Hamidi sebagai salah satu nara sumber dalam acara “Dialog Kebangsaan” Ulama se Pulau Madura.

Gatot bahkan terkesima dengan dibacakannya ayat suci Al Quran, surah Al Azhab ayat 72 yang menceritakan bagaimana Allah SWT memberikan sebuah amanah yang tidak mampu dipikul langit, bumi dan gunung gunung, namun mampu dipikul oleh manusia.

Dalam penyampaiannya, Gatot menekankan agar tentang terjadinya pergeseran dalam nilai nilai dalam masyarakat saat ini. “Dulu, saat perjuangan merebut kemerdekaan, umat sangat patuh kepada ulama sehingga kemerdekaan dapat kita rebut secara gotong royong.” ujarnya.

Gatot juga menyinggung bagaimana seharusnya menjadi seorang pemimpin yang amanah. Karena sebagai manusia, memanglah sangat berat, ” karena jika salah menjalankan maka akan terjerumus ke dalam api neraka.” ucapnya melalui tulisannya di aku sosial medianya.

Karenanya sebagai pemimpin, Gatot menyarankan agar tetap menjaga keikhlasan dengan niat yang lurus, dalam menjalankan tugas, dan selalu istiqomah dalam melaksanakannya. “Kalau dijalankan dengan benar maka semua persoalan akan terasa mudah.” ungka Gatot di hadapan para peserta dari berbagai organisasi Islam seperti, MUI, MUIMI, PMII, HMI yang merupakan anggota Forum Ulama se Madura.

Karenanya Gatot berharap agar para ulama kembali bersatu dan turun kepada umat seperti pada masa perjuangan merebut kemerdekaan, ” Sekarang saat yang tepat bagi para ulama untuk bersatu kembali menjaga Indonesia, menyatukan hati umatnya demi menuju Indonesia yang aman dan maju.” pungkasnya.

Berikut video Dialog Kebangsaan Forum Organisasi Islam se-Madura di Pesantren Al Hamini, yang dibagikan Gatot Nurtmantyo melalui akunnya. @Nurmantyo_Gatot. (kl/gelora)