Tagar Relawan Jokowi yang Dompleng Aksi 212 KEOK Dilibas Warganet, #212BukanUntukJokowi Puncaki Trending Topik


Munculnya sekelompok pendukung Jokowi yang membentuk organisasi Relawan Nasional 212 Jokowi Presiden Republik Indonesia (Renas 212 JPRI) dikecam banyak pihak.

Nasir, koordinator Renas 212 JPRI menegaskan, pembentukan kelompok relawan ini adalah untuk mendukung pencalonan kembali Presiden Jokowi.

Awalnya pembentukan relawan ini sempat disebut melibatkan Kantor Staf Presiden. Namun hal ini kemudian dibantah oleh Kepala Kantor Staf Presiden, Jenderal Muldoko.

Nasir mengungkapkan, jumlah anggota Renas 212 JPRI akan mencapai lima juta relawan inti yang tersebar di 34 provinsi. Jumlah relawan tersebut, menurut Nasir, cukup untuk memenangkan Jokowi sebagai Presiden RI untuk periode kedua pada Pilpres 2019.

Lebih jauh, Nasir mengungkapkan,

pembentukan organisasi Renas 212 JPRI juga untuk mengimbangi soal isu-isu kedekatan Jokowi dengan umat Islam, ulama dan umaroh.

"Renas 212 JPRI hadir untuk menunjukkan kepada rakyat bahwa umat Islam masih dan tetap ingin dipimpin Presiden Jokowi," jelas Nasir awal Maret lalu seperti dikutip Republika.

Pernyataan Nasir ini kemudian disambut oleh pasukan buzzer pendukung Jokowi dengan menaikkan tagar #212UntukJokowi.

Hal ini memicu reaksi keras warganet.

    212 ada karena Jokowi kabur saat didatangi masa 411 & Guru-guru kami ditembaki gas air mata, Ustad Arifin Ilham & Syaikh Ali Jaber terluka cukup serius

    Lah kok skrng tanpa malu diklaim dukung Jokowi, Koplak kabeh!!! #212BukanUntukJokowi
    — Eko Widodo (@ekowBoy) March 19, 2018



    Hei kamu nggak malu ngaku-ngaku?

    Oh iya lupa, hanya orang yg tak lagi memiliki iman yg hilang rasa malunya.

    "Malu dan iman itu bergandengan bersama. Bila salah satunya diangkat, maka yg lainnya pun ikut terangkat." (HR. Al Hakim) pic.twitter.com/okJBVPKLHO
    — Azzam M Izzulhaq (@AzzamIzzulhaq) March 19, 2018


    — #StopRiba (@DadangSajati) March 18, 2018


Tagar perlawanan #212BukanUntukJokowi pun akhirnya sempat memuncaki Trending Topik Twitter dan mengalahkan tagar #212UntukJokowi yang diinisiasi para pendukung Jokowi.